Xurya Raih Pendanaan Seri A Sebesar US$ 21,5 Juta dari Para Investor yang Dipimpin oleh East Ventures dan Saratoga

Putaran pendanaan seri A sebesar Rp 308 miliar ini dipimpin oleh East Ventures (Growth fund) dan PT Saratoga Investama Sedaya TBk dengan partisipasi New Energy Nexus Indonesia dan Schneider Electric

Jakarta, 12 Januari 2022 – PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) sebagai startup energi terbarukan dengan fokus pada jasa sewa PLTS Atap di Indonesia berhasil membukukan pendanaan seri A sebesar US$21,5 juta atau setara dengan Rp 308 miliar. Putaran pendanaan seri A ini dipimpin oleh perusahaan modal ventura, East Ventures (Growth fund) dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga) dengan kembalinya partisipasi dari investor lama Schneider Electric dan New Energy Nexus Indonesia.

Xurya akan mengalokasikan pendanaan seri A ini untuk melanjutkan pembangunan PLTS Atap yang telah tumbuh sebesar tiga kali lipat sepanjang tahun 2021 dan membantu perusahaan dalam mencapai visi jangka panjangnya untuk menjadi pemimpin dalam penyediaan teknologi dan solusi untuk energi yang bersih dan berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh para investor, partner dan customer untuk membantu kami dalam mempercepat transisi energi baru terbarukan di Indonesia sejak Xurya berdiri 3 tahun yang lalu,” ujar Eka Himawan, Managing Director Xurya Daya Indonesia.

Eka menambahkan, selain untuk melanjutkan pembangunan PLTS Atap yang telah tumbuh pesat sepanjang tahun 2021, pendanaan ini juga akan kami alokasikan untuk pengembangan teknologi dan sumber daya manusia agar upaya akselerasi transisi energi bersih bisa segera direalisasikan.

East Ventures dan Saratoga yang memimpin putaran pendanaan ini memiliki banyak portofolio dalam investasi ke perusahaan rintisan (startup) di tahap awal dan tahap lanjutan dari berbagai industri, termasuk industri sosial dan lingkungan. Partisipasi East Ventures, sebagai perusahaan venture capital yang terbuka pada seluruh sektor (sector-agnostic) dan telah mendukung lebih dari 200 perusahaan di Asia Tenggara serta menjadi pelopor modal ventura di Indonesia, mengukuhkan dukungannya terhadap komitmen Xurya dalam mengembangkan lanskap energi terbarukan dan isu perubahan iklim di Indonesia.

Roderick Purwana, Managing Partner East Ventures mengatakan, “East Ventures percaya pentingnya berinvestasi di perusahaan yang tepat, tidak hanya untuk mengejar profit, tapi juga untuk memberikan dampak sosial dan lingkungan. Sebagai salah satu pelopor perusahaan venture capital yang menerapkan pendekatan ESG dalam investasi, kami sangat senang bisa mendukung tim Xurya sejak awal perjalanan mereka dalam menciptakan revolusi energi yang bersih dan berkelanjutan di Indonesia serta melindungi bumi, platform terbesar kita.”

Sementara itu, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga) yang juga memimpin putaran pendanaan ini merupakan perusahaan investasi aktif terkemuka dengan pengalaman dan keahlian di bidang investasi selama lebih dari dua dekade di pasar Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.

President Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., Michael Soeryadjaya mengatakan, “Investasi ini merupakan kesempatan yang baik bagi Saratoga untuk memperkuat dukungan di sektor teknologi Energi Baru & Terbarukan (EBT) yang kini menjadi salah satu sumber energi prioritas yang akan dikembangkan oleh pemerintah.”

“Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dapat memberikan solusi bagi tersedianya energi bersih, ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia. Pertumbuhan kapasitas terpasang PLTS Atap yang sangat pesat dalam tiga tahun terakhir membuktikan bahwa kebutuhan terhadap industri teknologi EBT ini semakin tinggi di Indonesia.” Tambah Michael.

PLTS Atap juga merupakan salah satu inisiatif yang didukung oleh Presiden Joko Widodo untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan energi berbahan bakar fosil. Melalui investasi di Xurya, Saratoga dapat membantu mempercepat upaya pemerintah dalam mencapai target bauran EBT hingga 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.

Pendanaan ini juga didukung oleh New Energy Nexus Indonesia yang sepanjang tahun 2021 telah menyelesaikan investasinya di lima perusahaan energi terbarukan di Indonesia dan Schneider Electric, sebagai perusahaan terdepan dalam transformasi digital manajemen energi dan otomatisasi, melalui Schneider Electric Energy Access Asia (SEEAA) melakukan Investasi pertamanya di startup energi terbarukan di Indonesia kepada Xurya.

Hingga akhir tahun 2021, Xurya telah mengoperasikan 57 PLTS Atap dan saat ini sedang membangun di 38 lokasi lainnya dari berbagai industri dan bisnis yang semakin beragam, seperti perusahaan manufaktur (makanan dan minuman, consumer goods, pertanian, otomotif, baja, bahan bangunan, tekstil, dll), cold storage, hotel, hingga pusat perbelanjaan yang tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Selatan dan Utara, serta Sulawesi Selatan.

– selesai –

Tentang East Ventures

East Ventures adalah perusahaan venture capital (VC) yang terbuka pada seluruh sektor (sector-agnostic) dan pelopor investasi startup Indonesia. Berdiri pada tahun 2009, East Ventures telah bertransformasi menjadi sebuah platform holistik yang menyediakan investasi tahap awal dan tahap lanjutan untuk lebih dari 200 perusahaan di Asia Tenggara.

Sebagai perusahaan yang percaya pada ekosistem startup di Indonesia, East Ventures adalah investor pertama di unicorn Indonesia, yaitu Tokopedia dan Traveloka. Perusahaan lainnya yang tergabung dalam portofolio East Ventures adalah Ruangguru, Warung Pintar, Kudo (diakuisisi oleh Grab), Loket (diakuisisi oleh Gojek), Tech in Asia, Xendit, IDN Media, MokaPOS (diakuisisi oleh Gojek), ShopBack, KoinWorks, dan Sociolla.

East Ventures dinobatkan sebagai VC berkinerja tinggi paling konsisten secara global oleh Preqin dan investor paling aktif di Asia Tenggara dan Indonesia oleh beberapa media.

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya Tbk

Didirikan pada tahun 1997, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Didirikan pada tahun 1997, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif terdepan dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Tentang Xurya Daya Indonesia

PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) merupakan startup energi terbarukan yang berbasis di Indonesia dengan visi menjadi pemimpin dalam teknologi dan solusi untuk energi bersih dan berkelanjutan. Xurya menawarkan metode TANPA INVESTASI dengan sistem sewa untuk memudahkan para pelaku industri melakukan peralihan ke energi surya dengan memberikan “one stop solution” mulai dari studi kelayakan, instalasi, operasi dan pemeliharaan (termasuk penggantian komponen).

Sampai saat ini, Xurya telah memasang, mengoperasikan dan merawat lebih dari 50 PLTS Atap yang sudah dari berbagai industri, seperti manufaktur (makanan dan minuman, FMCG, bahan bangunan, baja, tekstil dan garmen), cold storage, pusat logistik, hotel dan pusat perbelanjaan di berbagai kota di Indonesia mulai dari Palembang, Lampung, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Cikarang, Purwakarta, Cirebon, Semarang, Tuban, Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan Makassar.

Informasi dan kontak media :

Aditya Bayu Nugroho – Sr. PR & Marketing Xurya Daya Indonesia

aditya@xurya.com

0896 3056 9791

Peresmian Nama Baru Menandai Modernisasi Primaya Hospital PGI Cikini

Jakarta, 12 Januari 2022 – Peresmian nama baru RS PGI Cikini menjadi “Primaya Hospital PGI Cikini” menjadi salah satu simbol dari kerja sama antara Primaya Hospital Group dengan Yayasan Kesehatan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (Yakes PGI). Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen dan transformasi yang dilakukan antara Primaya Hospital Group dan Yakes PGI untuk memodernisasi pelayanan dan fasilitas kesehatan RS PGI Cikini.

Kolaborasi yang mengubah nama RS PGI Cikini menjadi Primaya Hospital PGI Cikini ini memberikan layanan yang PRIMA (profesional, rapi, ibadah, mendengarkan, asertif) dan modern didukung oleh dokter dan tim yang berpengalaman di bidangnya serta layanan, fasilitas, dan teknologi yang komprehensif.

Primaya Hospital Group merupakan sebuah rumah sakit jaringan yang senantiasa memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia dengan menerapkan standar nasional dan internasional dari Joint Commission International (JCI). Primaya Hospital Group memiliki pengalaman selama 15 tahun dalam mengelola 14 rumah sakit secara profesional di berbagai kota di Indonesia (Jakarta, Tangerang, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Semarang, Pangkal Pinang, Makassar, Sorowako, dan Palangkaraya).

RS PGI Cikini, yang sudah berusia 124 tahun, telah menjadi rumah sakit rujukan dan pilihan masyarakat terutama karena kecakapan tenaga medis yang dimiliki dan berbagai fasilitas kesehatan khusus seperti Kidney Center, Oncology Center, serta Heart & Vascular Center. Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan dan memodernisasi RS PGI Cikini, baik dalam bentuk fisik bangunan maupun dalam bentuk pelayanan termutakhir, Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI memutuskan untuk menjalin kerja sama bersama Primaya Hospital Group.

Pemilihan mitra kerja sama yang dilakukan MPH PGI berlangsung melalui proses penjaringan yang panjang dan berhati-hati. Bentuk kerja sama antara Primaya Hospital Group dan Yakes PGI akan diwujudkan dengan pola BOT (Build Operate Transfer) selama 30 tahun.

“Yakes PGI Cikini dan Primaya Hospital Group memiliki kesamaan visi dan misi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dengan penuh kepedulian dan sentuhan kasih kepada pasien. Itu alasan utama Primaya Hospital dipilih untuk memodernisasi RS PGI Cikini,” kata dr. Alexander Ginting, SpP, Ketua Umum Yayasan Kesehatan PGI.

“Primaya Hospital Group berterima kasih dan bangga telah mendapat kepercayaan dari PGI dan Yayasan Kesehatan PGI. Kami berkomitmen untuk memajukan Primaya Hospital PGI Cikini dan menjadi rumah sakit kebanggaan Indonesia yang mengutamakan pelayanan kepada pasien,” ungkap Leona A. Karnali, CEO Primaya Hospital Group.

Layanan berstandar internasional tersebut mengutamakan keamanan pasien (patient safety) dengan Standar Prosedur Operasional dari Primaya Hospital Group yang telah terakreditasi Joint Commission International (JCI). Primaya Hospital PGI Cikini kini mulai menerapkan Hospital Information System dengan Electronic Medical Record, e-prescription, serta sistem radiologi (PACS) dan laboratorium (LIS). Seluruhnya akan didukung oleh sistem informasi SDM (Human Resources Information System), sistem keuangan (Accounting Information System), sistem pengadaan (Corporate Central Purchasing), dan sistem lainnya yang mempercepat layanan, menekan biaya, serta pemantauan terintegrasi secara grup.

Layanan unggulan (Center of Excellence) yang sudah ada akan ditingkatkan dan yang belum akan ditambahkan. Layanan unggulan Primaya Hospital PGI Cikini berfokus pada Jantung, Otak & Saraf, Pembuluh Darah, Kanker, Orthopedi & Trauma, Urologi, serta Ginjal & Hipertensi dilengkapi dengan SDM yang berkompeten dan teknologi yang mumpuni.

Sejak dimulainya kerja sama antara Primaya Hospital Group dan Yakes PGI pada 1 Agustus 2021, sejumlah modernisasi sudah diterapkan. Dimulai dari transformasi SDM, baik karyawan, perawat, dokter umum, dokter spesialis, maupun manajemen, yang bersama-sama memiliki komitmen untuk kemajuan. Hal lain yang dilakukan adalah pengadaan teknologi MRI 1,5 Tesla untuk melengkapi pemeriksaan penunjang, pengadaan peralatan prioritas mobile x-ray, uroflowmetri, USG urologi, mikroskop mata, serta penggantian mesin anestesi.

Selama enam bulan kerja sama yang telah berlangsung, dilakukan perbaikan atas berbagai peralatan prioritas di Primaya Hospital PGI Cikini seperti angiografi dan mamografi. Akses gedung juga diperbaiki untuk kemudahan pasien. Demikian juga dengan penataan ulang poliklinik yang lebih terintegrasi per spesialisasi. Peningkatan standar mutu yang mengutamakan patient safety dan telah lulus akreditasi KARS paripurna.

Dalam kerja sama ini, Primaya Hospital PGI Cikini akan melakukan pembangunan gedung rumah sakit baru di wilayah rumah sakit yang diperkirakan akan selesai dalam waktu 5 tahun kedepan.

“Melalui kerja sama ini, seluruh layanan yang diberikan di Primaya Hospital PGI Cikini menjadi prima dan modern yang didukung oleh layanan dan teknologi komprehensif disertai dokter dan tim medis yang berpengalaman di bidangnya,” kata Leona Karnali, CEO Primaya Hospital Group.

#selesai#

Tentang Primaya Hospital

Primaya Hospital Group adalah Rumah Sakit yang menyediakan standar pelayanan prima yang mengutamakan mutu keselamatan pasien. Kami memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan warga negara asing (WNA) dengan teknologi terbaik serta memberikan layanan pasien dengan jaminan dari perusahaan, asuransi, BPJS, dan pembayaran pribadi. Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat, Primaya Hospital Group tersebar di wilayah dan kota-kota besar di Indonesia dengan lokasi strategis dan mudah diakses sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dapat terpenuhi dengan baik. Kami memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu pusat layanan jantung dan pembuluh darah, layanan ibu dan anak, layanan trauma, serta layanan kanker. Primaya Hospital Group memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang hadir 24 jam. Selain itu, kami memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan area lobi yang nyaman.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Endah Dwi Ekowati

Public Relations

HP: 0815-877-4220

Email: endah.dwiekowai@gmail.com

Fokus Akselerasi E-Commerce Indonesia, SIRCLO Umumkan Triawan Munaf dan Maurits Lalisang sebagai Komisaris Baru

Dari Kiri ke Kanan: Brian Marshal, Triawan Munaf, Maurits Lalisang

Jakarta, 07 Oktober 2021—Perusahaan e-commerce enabler SIRCLO menyambut bergabungnya Triawan Munaf dan Maurits Lalisang dalam jajaran kepemimpinan di SIRCLO sebagai komisaris.

Triawan dan Maurits bergabung untuk mendukung SIRCLO mengembangkan kapabilitas teknologi yang ditawarkan dan mengakselerasi digitalisasi bisnis berskala UMKM maupun enterprise di seluruh Indonesia. Brian Marshal, Founder dan CEO SIRCLO, menyampaikan rasa bangga dan hormat atas bergabungnya dua tokoh yang berpengalaman mendongkrak kemajuan usaha dalam negeri selama lebih dari tiga dekade.

“Sebagai sosok di balik pertumbuhan bisnis-bisnis besar di Indonesia, Bapak Triawan dan Bapak Maurits memiliki visi yang sama dengan SIRCLO, yaitu membantu pemilik usaha beradaptasi serta bertransisi ke ranah digital secara omnichannel,” sambut Brian. “Banyak pengetahuan yang dapat kami pelajari dari kedua figur ini untuk memperluas dampak sosial dan ekonomi positif SIRCLO dalam mendukung pertumbuhan bisnis melalui e-commerce, dari skala UMKM hingga enterprise. Bersama-sama, kami berharap menjadi perusahaan berkelanjutan yang mampu membentuk fondasi ekonomi digital Indonesia dan meningkatkan perputaran roda perekonomian nasional di masa depan.”

Triawan Munaf merupakan tokoh nasional dan wirausahawan dengan latar belakang sebagai pelaku industri kreatif sejak dini. Sebagai mantan Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Tbk. dan mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), semangat Triawan dalam membangun industri teknologi di Indonesia tampak dari bergabungnya di jajaran kepemimpinan East Ventures sebagai Venture Advisor pada Februari 2020. Baru-baru ini, ia juga ditetapkan sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Aviasi Pariwisata Indonesia Tbk.

Bermisi yang sama dengan SIRCLO dalam membantu membesarkan usahawan Indonesia, Triawan Munaf mengatakan, Kebutuhan untuk melakukan transformasi digital semakin tidak terelakkan bagi para pebisnis dari berbagai skala, terutama UMKM, yang merupakan penggerak ekonomi Indonesia. Saya telah melihat bagaimana SIRCLO banyak membantu segmen ini melalui berbagai gagasan dan solusinya, sehingga saya yakin, kapabilitas yang saat ini SIRCLO miliki mampu mempercepat pertumbuhan UMKM secara eksponensial. Saya bersemangat dapat bergabung di SIRCLO, karena ini sejalan dengan visi saya untuk meningkatkan nilai tambah dari berbagai subsektor Ekonomi Kreatif, yang sebagian besar pelakunya adalah UMKM.”

Berkomitmen memajukan SIRCLO, Maurits Lalisang, seorang pemimpin prominen yang mempunyai keunggulan track record selama empat dekade, yaitu 11 tahun sebagai CEO dan 6 tahun sebagai Presiden Komisaris dalam memimpin PT Unilever Indonesia Tbk., perusahaan multinasional terkemuka di Indonesia. Melalui beragam terobosan dan inovasinya, beliau berhasil memperkuat posisi Unilever sebagai market leader dalam industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Saat ini beliau menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Multi Bintang Indonesia Tbk, Komisaris PT ICI Paints Indonesia, Komisaris PT Deltomed Laboratories dan sebagai Partner di Saratoga Group, perusahaan investasi aktif di Indonesia.

Memperkuat dukungan pada industri e-commerce yang meningkat pesat dalam dua tahun terakhir ini, Maurits mengungkapkan, “Saya sangat bangga atas keberadaan SIRCLO, perusahaan startup solusi e-commerce yang dapat memperkuat sektor UMKM dan enterprise yang akan memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Saya berterima kasih dapat bergabung bersama dalam proses pengembangan bisnis SIRCLO kedepannya. Saya optimis SIRCLO dapat menjadi perusahaan sustainable yang semakin bernilai, baik secara bisnis maupun kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.”

Sejak berdiri pada tahun 2013, SIRCLO terus beradaptasi terhadap lanskap dan ragam tantangan e-commerce di Indonesia. Saat ini SIRCLO menyediakan layanan enablement kepada pemilik usaha secara end-to-end, bekerja sama dengan berbagai marketplace, mengembangkan kanal social commerce, maupun melayani klien-klien berskala enterprise. Hingga tahun ini, SIRCLO telah membantu lebih dari 100.000 brand untuk berjualan online, baik dari skala pengusaha perseorangan, UMKM, hingga perusahaan-perusahaan besar.

***

Tentang SIRCLO

Dimulai pada tahun 2013, SIRCLO adalah perusahaan solusi e-commerce terdepan di Indonesia yang membantu brands berjualan online. SIRCLO menawarkan solusi yang terbagi menjadi 2 kategori utama, yaitu solusi entrepreneur dan enterprise. Pada kategori entrepreneur, SIRCLO menawarkan SIRCLO Store, dasbor toko online UMKM untuk berjualan di multiple platforms (website, marketplace, chat commerce) dan IbuSibuk, solusi pemberdayaan komunitas Ibu untuk menjadi Key Opinion Leaders (KOL), micro-influencers, serta resellers. Pada kategori enterprise, SIRCLO menawarkan layanan e-commerce enabler melalui SIRCLO Commerce, solusi pengembangan teknologi omnichannel melalui ICUBE by SIRCLO, platform B2B2C yang menyediakan produk Ibu dan Anak untuk toko ritel melalui Sooplai, dan Orami, platform parenting yang menggabungkan Commerce, Content & Community dalam satu ekosistem.

SIRCLO telah melayani lebih dari 100.000 brands untuk mengembangkan bisnis secara online. Solusi SIRCLO telah dipercaya oleh brands lokal, di antaranya ATS The Label, Evete Naturals, Namaste Organic, This Is April dan Heytimmy Kidswear, serta brands multinasional seperti Unilever, Reckitt Benckiser, KAO, L’Oréal, dan Levi’s. Berlokasi di Green Office Park 1, The Breeze (BSD – Serpong), hari ini SIRCLO memiliki lebih dari 1.000 karyawan serta perwakilan yang berbasis di Jakarta, Bekasi, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Lihat informasi selengkapnya mengenai SIRCLO di www.sirclo.com.

Contact:

SIRCLO

Rini Hapsoro

Communications Manager

M: +62 878 757 710 80

E: rini@sirclo.com

eWTP Fund memberikan pendanaan pertama ke startup Indonesia dengan berinvestasi di startup insurtech Fuse sebagai pendanaan perdana

  • eWTP Technology and Investment Fund diinisiasi untuk mendukung startup di negara-negara berkembang.
  • Investor fintech terdepan CE Innovation Capital dan perusahaan investasi aktif terdepan Indonesia, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk juga berpartisipasi dalam ronde tambahan Seri B. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung ekspansi Fuse di Kawasan Asia Tenggara.

Jakarta, 16 September 2021 – Startup insurtech terbesar di Indonesia berdasarkan Pendapatan Premi Bruto (Gross Written Premium / GWP) Fuse mengumumkan meraih dana tambahan untuk putaran pendanaan seri B (extended series B) dari eWTP Technology and Investment Fund, CE Innovation Capital (CEIC), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga).

Bulan lalu, Fuse telah meraih pendanaan yang dipimpin oleh GGV Capital dengan partisipasi dari investor terdahulu, termasuk East Ventures (Growth Fund), SMDV, Golden Gate Ventures, Heyokha Brothers, Emtek, dan lainnya.

eWTP Technology and Investment Fund (eWTP) didirikan dengan target investasi startup di negara-negara berkembang. Dana senilai $600 juta dikelola sejak tahun 2018 dan eWTP telah memiliki investasi di India, Vietnam, dan Thailand. Fuse adalah langkah pertama eWTP memasuki Indonesia, ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara.

“Sebagai pemimpin pasar insurtech Indonesia, Fuse memiliki proposisi nilai unik yang dapat memberdayakan kanal penjualan tradisional dengan menghubungkan berbagai perusahaan asuransi yang selama ini tersebar dengan jaringan agen besar dan menyediakan produk asuransi yang komprehensif bagi agen/broker. Fuse juga telah mendemonstrasikan kemampuan untuk memanfaatkan produk asuransi inovatif dan mutakhir dari negara lain untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang istimewa. Oleh karena itu, kami melihat Fuse sebagai pemain regional yang kuat di Asia Tenggara dalam waktu dekat,” ujar Jiang Dawei, Partner dan CFO eWTP.

Fuse didirikan pada tahun 2017 dan dioperasikan oleh dua veteran industri, Andy Yeung dan Ivan Sunandar. Mereka telah memiliki lebih dari 60.000 mitra agen/broker dan telah bekerja sama dengan lebih dari 30 perusahaan asuransi di lapangan dengan lebih dari 300 produk asuransi di dalam platform.

Total GWP yang mencapai lebih dari $50 juta (Rp720 miliar) di tahun 2020 membuat Fuse menjadi perusahaan insurtech terbesar di Indonesia. Fuse berusaha menyelesaikan permasalahan kepercayaan di antara 97% orang Indonesia yang belum memiliki asuransi.

“Fuse memiliki keunggulan kompetitif di distribusi omnichannel dan inovasi teknologi. Fuse juga secara tepat memposisikan diri dengan model ‘To Agent’ yang telah meningkatkan efisiensi rantai pasok asuransi dalam bentuk digital dan inovatif, dan kami percaya hal tersebut membuat Fuse berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan skala bisnis di jangka panjang. Rendahnya penetrasi produk asuransi di Indonesia mengakibatkan prospek pertumbuhan yang menjanjikan dan peningkatan kebutuhan dari konsumen selama masa pandemic. Oleh sebab itu, kami memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk pertumbuhan Fuse di fase berikutnya,” kata Xiaolin Zheng, Partner CEIC.

“Berinvestasi di Fuse adalah peluang yang sangat baik bagi Saratoga untuk memperkuat portofolio kami di sektor teknologi digital. Sektor ini menunjukkan potensi yang besar untuk tumbuh, didorong oleh pertumbuhan yang pesat di penggunaan teknologi digital dan inklusi finansial di Indonesia. Sebagai pemimpin sektor insurtech di Indonesia, Fuse dapat memberikan solusi dan akses yang lebih baik bagi orang-orang untuk memilih produk asuransi yang tepat,” ungkap Michael W.P. Soeryadjaya, Presiden Direktur Saratoga.

CEO Fuse Andy Yeung mengatakan, “Kami sangat bersemangat menyambut eWTP, CEIC, dan Saratoga sebagai investor kami karena mereka adalah pemimpin di  sektor masing-masing. Kami menantikan pengalaman-pengalaman berharga yang akan diperoleh dari mereka.”

Tentang Fuse

Didirikan tahun 2017, Fuse menjadi pionir untuk menghadirkan platform teknologi mobile untuk merevolusi kanal distribusi asuransi untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman konsumen akhir. Kami meluncurkan aplikasi mobile pertama-di-jenisnya Fuse Pro untuk “memungkinkan” mitra agen/broker menutup polis asuransi secara instan dan mudah bagi konsumennya. Kami juga menjadi yang pertama mendukung kanal digital/e-commerce seperti Tokopedia untuk peluncuran produk asuransi mikro transaksional di tahun 2018. Kami memiliki lebih dari 460 pegawai, dengan 28 kantor cabang di Indonesia, Vietnam, dan Cina, untuk mendukung perusahaan asuransi lokal dan mitra distribusi melayani konsumennya dengan lebih baik.

Kontak media: PR@fuse.co.id

Tentang eWTP Technology and Investment Fund

eWTP Tech Innovation Fund didirikan pada bulan Mei 2018 dengan tujuan mempromosikan inovasi startup di negara-negara berkembang. Dengan dana kelolaan sebesar $600 juta, ia menargetkan perusahaan di negara-negara kunci yang mencapai globalisasi dengan inovasi teknologi. Selain mengeksplorasi peluang di Cina dengan memanfaatkan inovasi dan pengalaman Cina ke pasar luar negeri, eWTP juga aktif di kawasan seperti Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Tentang CE Innovation Capital

Didirikan tahun 2016, CE Innovation Capital (“CEIC”) adalah dana kelolaan $1 miliar yang berinvestasi di sektor fintech, solusi enterprise, dan perusahaan teknologi secara global. Dana ini termasuk dalam jajaran “Top 9 Fintech Unicorn Investors” secara global oleh CB Insights dan termasuk ke daftar “Most Active Fintech Investors 2019” oleh Financial Technology Partners. Dana ini juga masuk nominasi Penghargaan “Top Fintech Equity Investor” di Konferensi Tahunan LendIt USA.

Situs: http://en.ceinnovationcap.com/

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk.

Didirikan pada tahun 1997, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode ticker: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terdepan di Indonesia. Saratoga memiliki peranan aktif dalam mengelola perusahaan yang diinvestasi dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Saratoga fokus untuk peluang investasi di tahap awal dan pertumbuhan, dan di situasi khusus dengan fokus di sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia, seperti konsumer, infrastruktur, dan sumber daya alam.

Visi Saratoga adalah terus menjadi perusahaan investasi aktif terdepan dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan global yang ingin berpartisipasi di dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com

SIRCLO Umumkan Pendanaan Senilai US$36 Juta Dipimpin East Ventures dan Saratoga

  • SIRCLO mendapatkan pendanaan senilai US$36 juta yang dipimpin oleh East Ventures dan Saratoga dengan partisipasi dari Traveloka dan investor lainnya.
  • SIRCLO terakselerasi secara positif selama masa pandemi, mendapatkan momentum untuk memperbaiki unit economics, dan sudah menuju tahap profitable.

Jakarta, 10 September 2021 — Perusahaan e-commerce SIRCLO mengumumkan perolehan pendanaan sejumlah US$36 juta (sekitar 515 milyar Rupiah) yang dipimpin oleh East Ventures (Growth Fund) dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga), dengan partisipasi dari Traveloka, Sinar Mas Land, dan investor lainnya. Pendanaan ini bertujuan untuk mengembangkan kapabilitas teknologi yang ditawarkan SIRCLO dan mengakselerasi digitalisasi ritel bagi berbagai usaha di seluruh Indonesia.

“Kami berterima kasih atas dukungan dari para investor yang telah berpartisipasi pada pendanaan ini. Dengan suntikan dana ini, kami berencana membangun momentum tingginya minat konsumen untuk berbelanja di kanal e-commerce selama masa pandemi dan setelahnya. SIRCLO terus berpegang pada misi untuk membantu brands berjualan online melalui pendekatan omnichannel. Kisah sukses seluruh brand partner inilah yang turut mendongkrak pertumbuhan kami secara lebih pesat. Kami yakin dapat terus meningkatkan kapabilitas solusi kami dalam menjamin kesuksesan klien dan brand partner,” kata Brian Marshal, Founder dan Chief Executive Officer SIRCLO.

Dengan pendanaan baru, SIRCLO berencana untuk mengembangkan infrastruktur teknologi serta memperluas layanan yang ditawarkan kepada para pemilik bisnis. SIRCLO telah mengembangkan platform Software-as-a-Service bernama SIRCLO Store, untuk membantu brand berjualan online melalui berbagai berbagai kanal sekaligus, seperti website, marketplace, dan penjualan berbasis percakapan (chat commerce). Pengembangan kapabilitas SIRCLO Store terus dilakukan dengan pendekatan omnichannel, sehingga pemilik brand semakin dimudahkan untuk menjangkau konsumen dari berbagai kanal penjualan online utama di Indonesia.

Selain itu, SIRCLO juga melebarkan kapabilitas teknologi bagi klien dengan menghadirkan dasbor yang mampu menganalisis data transaksi usaha dari berbagai kanal penjualan secara real-time. Dalam rangkaian inisiatif Online-To-Offline (O2O), SIRCLO tengah mengembangkan solusi finansial yang ditujukan untuk mendukung para pelaku UMKM agar semakin percaya diri dalam bersaing dengan pemain-pemain ritel yang berskala lebih besar. Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., Michael W.P. Soeryadjaya, mengatakan, “Investasi ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Saratoga untuk memperkuat dukungan di sektor teknologi digital dan menyediakan posisi pijakan yang mantap untuk mengkapitalisasi pasar e-commerce Indonesia yang tumbuh dengan pesat, didorong oleh demografi yang menguntungkan dan peningkatan UMKM di Indonesia.” Industri e-commerce di Indonesia telah meningkat dengan pesat sejak pandemi COVID-19. Hampir setengah dari populasi Indonesia menggunakan teknologi digital untuk kebutuhan sehari-hari, menjadikan industri ini memiliki potensi tinggi untuk tumbuh. “Sesuai dengan visi Saratoga, melalui investasi ke SIRCLO, kami dapat turut membantu memperkuat pemulihan ekonomi Indonesia dengan mengembangkan infrastruktur teknologi yang dapat melancarkan dan memperlengkapi bisnis para UMKM di Indonesia untuk sukses di era digital saat ini,” tambah Michael.

SIRCLO turut berpartisipasi dalam program pemulihan ekonomi nasional negara dengan meluncurkan program bertajuk #MerdekaJualanOnline untuk mendukung digitalisasi UMKM. Melalui program ini, SIRCLO menyediakan solusi teknologi terpadu pengelolaan toko online melalui SIRCLO Store, serta modul pelatihan penggunaan dasbornya kepada para fasilitator UMKM. Pada bulan Juli lalu, Orami sebagai perpanjangan tangan SIRCLO, menggagas “IbuSibuk”—program pemberdayaan ekonomi bagi para ibu secara digital dan dikhususkan untuk para ibu yang berminat dengan kewirausahaan.

Solusi SIRCLO untuk UMKM serupa dengan apa yang Shopify lakukan di pasar mancanegara. Di samping itu, SIRCLO terus beradaptasi terhadap lanskap dan ragam tantangan e-commerce di Indonesia. SIRCLO menyediakan layanan enablement kepada pemilik usaha secara end-to-end, bekerja sama dengan berbagai marketplace, mengembangkan kanal social commerce, serta melayani klien-klien berskala enterprise. “SIRCLO adalah salah satu contoh klasik dari startup yang melakukan maraton. Sejak didirikan pada tahun 2013, kami merasa bahwa SIRCLO agak terlalu cepat dari market-timing. Tapi, fokus akan visi dari pendiri SIRCLO yang konsisten sejak awal membuat mereka bisa bertahan dan tumbuh selama ini. Pandemi COVID-19 mengakselerasi penguatan bisnis mereka, dimana SIRCLO mencatatkan pemasukan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, dengan nominal ratusan juta dolar, dan sudah mendekati tahap profitable. Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka, dan berpartisipasi kembali di tahap pendanaan ini,” ujar Willson Cuaca, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures.

Sepanjang masa pandemi, SIRCLO mencatat lonjakan transaksi hingga 5x lipat yang didorong oleh perubahan perilaku konsumen selama pandemi COVID-19. Hingga tahun ini, SIRCLO telah membantu lebih dari 100.000 brand untuk berjualan online, baik dari skala pengusaha perseorangan, UMKM, hingga perusahaan-perusahaan besar.


Tentang SIRCLO

Dimulai pada tahun 2013, SIRCLO adalah perusahaan solusi e-commerce terdepan di Indonesia yang membantu brands berjualan online. SIRCLO menawarkan solusi yang terbagi menjadi 2 kategori utama, yaitu solusi entrepreneur dan enterprise. Pada kategori entrepreneur, SIRCLO menawarkan SIRCLO Store, dasbor toko online UMKM untuk berjualan di multiple platforms (website, marketplace, chat commerce) dan IbuSibuk, solusi pemberdayaan komunitas Ibu untuk menjadi Key Opinion Leaders (KOL), micro-influencers, serta resellers. Pada kategori enterprise, SIRCLO menawarkan layanan e-commerce enabler melalui SIRCLO Commerce, solusi pengembangan teknologi omnichannel melalui ICUBE by SIRCLO, platform B2B2C yang menyediakan produk Ibu dan Anak untuk toko ritel melalui Sooplai, dan Orami, platform parenting yang menggabungkan Commerce, Content & Community dalam satu ekosistem.

SIRCLO telah melayani lebih dari 100.000 brands untuk mengembangkan bisnis secara online. Solusi SIRCLO telah dipercaya oleh brands lokal, di antaranya ATS The Label, Evete Naturals, Namaste Organic, This Is April dan Heytimmy Kidswear, serta brands multinasional seperti Unilever, Reckitt Benckiser, KAO, L’Oréal, dan Levi’s. Berlokasi di Green Office Park 1, The Breeze (BSD – Serpong), hari ini SIRCLO memiliki lebih dari 1.000 karyawan serta perwakilan yang berbasis di Jakarta, Bekasi, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Lihat informasi selengkapnya mengenai SIRCLO di www.sirclo.com.

Contact:
SIRCLO
Rini Hapsoro
Communications Manager
M: +62 878 757 710 80
E: rini@sirclo.com

Saratoga Mencatat NAV Sebesar Rp 46,5 Triliun di Semester I-2021

Jakarta, 29 Juli 2021– PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (kode saham: SRTG) mencatatkan net asset value (NAV) senilai Rp 46,5 triliun hingga semester I-2021. Nilai tersebut meningkat dibandingkan NAV pada akhir tahun 2020 yang mencapai Rp 31,7 triliun. Perseroan juga membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 15,3 triliun, dibandingkan rugi bersih sebesar Rp 2,1 triliun pada semester I-2020.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya mengatakan, kinerja positif perusahaanperusahaan portofolio investasi telah mendorong pertumbuhan nilai portofolio Saratoga. Kinerja perusahaan portofolio investasi tersebut juga diikuti dengan pembayaran dividen yang konsisten sehingga turut memperkuat fundamental Saratoga.

“Nilai saham yang meningkat dari perusahaan portofolio investasi telah menjadikan NAV Saratoga tumbuh positif di semester I-2021. Kami bersyukur bahwa perusahaan portofolio investasi Saratoga mampu menjaga pertumbuhan bisnisnya,” kata Michael dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (29/7).

Pencapaian NAV Saratoga di semester I-2021 berasal dari kinerja saham sejumlah perusahaan portofolio investasi yang meningkat, terutama dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (kode saham: TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (kode saham: MDKA), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (kode saham: MPMX), dan PT Provident Agro Tbk. (kode saham: PALM).

Saratoga juga membukukan pendapatan dividen sebesar Rp 866 miliar pada semester I-2021, meningkat 35,3 persen dari Rp 640 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pendapatan ini sebagian besar disumbangkan oleh PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), TBIG, dan MPMX.

Michael menambahkan, Saratoga akan terus menjalankan strategi diversifikasi dalam berinvestasi dan disiplin dalam mengelola keuangan untuk menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka pa njang. Rasio utang dan biaya akan terus dikelola dan dijaga dilevel yang efisien. Saat ini biaya – biaya operasional tahunan terhadap nilai aset bersih berada di posisi sebesar 0,4 persen dan loan to value sebesar 5,7 persen.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menjelaskan, pada semester I-2021 Saratoga terus mendorong sejumlah perusahaan portofolio investasi untuk mengembangkan bisnis ke daerah baru. Dia mencontohkan, Primaya Hospital di bawah PT Famon Awal Bros Sedaya telah membuka tiga rumah sakit baru sejak awal tahun. Ketiga rumah sakit tersebut adalah Primaya Hospital Bhakti Wara di Pangkal Pinang-Bangka Belitung, Primaya Hospital Sukabumi di Jawa Barat dan Primaya Hospital Pasar Kemis di Tangerang-Banten.

“Peluncuran rumah sakit baru ini melengkapi aset operasional Primaya Hospital menjadi 12 unit pada semester I-2021. Ekspansi ini juga menjadi bentuk dukungan Saratoga terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik di tengah situasi pandemi yang masih terjadi,” katanya.

Devin juga menjelaskan bahwa salah satu perusahaan portofolio investasi strategis Saratoga yaitu MDKA semakin memperkuat fundamental bisnis jangka panjangnya. Ia mengungkapkan, tes pengeboran terbaru dari Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi menghasilkan intercept yang signifikan dari tembaga dan emas.

MDKA telah merampungkan studi kelayakan proyek Acid, Iron, Metal (AIM) yang diproyeksikan memiliki net present value (NPV) sebesar Rp 5,8 triliun. Proyek AIM dioperasikan oleh Merdeka Tsingshan Indonesia (MDKA 80 persen, Tsingshan 20 persen) di Indonesia Morowali Industrial Park, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Konstruksi telah dimulai pada kuartal II-2021 dan direncanakan berproduksi pada kuartal II-2022.

Di tengah tingginya kebutuhan sektor logistik, Devin mengatakan, perusahaan portofolio investasi Saratoga di bisnis ini yaitu MGM Bosco Logistics sedang melakukan ekspansi tahap dua untuk fasilitas gudang pendingin di Bekasi. Fasilitas ekspansi tersebut rencananya mulai beroperasi pada kuartal IV-2021.

“Saratoga akan terus mendampingi seluruh perusahaan portofolio investasi agar mampu mengembangkan peluang bisnis baru dan meningkatkan value bisnisnya. Kami juga terbuka dengan peluang investasi baru, termasuk di sektor teknologi yang kini berkembang sangat cepat di Indonesia,” kata Devin.

KINERJA PERUSAHAAN INVESTASI

PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE TBK.

Pada April 2021, perusahaan menyelesaikan transaksi jual beli dan pengalihan 3.000 menara dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) senilai Rp 3,9 triliun. Transaksi tersebut didanai oleh dana internal dan pemanfaatan fasilitas bank. Di bulan yang sama, TBIG juga menerbitkan obligasi Rp 970 miliar yang akan jatuh tempo di tahun 2022 dengan tingkat bunga 5,50 persen.

PT MERDEKA COPPER GOLD TBK.

Pada semester ini, MDKA telah menyelesaikan studi kelayakan proyek acid, iron, metal (AIM). Dengan estimasi biaya modal proyek sebesar USD290 juta atau Rp 4,2 triliun, proyek AIM diproyeksikan memiliki net present value (NPV) sebesar USD407 juta atau Rp 5,8 triliun. Proyek AIM dioperasikan oleh Merdeka Tsingshan Indonesia (MDKA 80 persen, Tsingshan 20 persen) dengan konstruksi yang telah dimulai pada kuartal II-2021 dan direncanakan berproduksi pada kuartal IV-2022.

PT DELTOMED LABORATORIES

Deltomed meluncurkan Antangin Goodnight dan Antangin Habbatussauda. Antangin Good Night adalah suplemen herbal yang membantu meningkatkan kualitas tidur dan Antangin Habbatussauda membantu mengatasi masuk angin dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Deltomed berhasil meraih pertumbuhan pendapatan dua digit di semester ini dengan dukungan peluncuran Antangin Habbatussauda.

MGM BOSCO LOGISTICS

MGM Bosco Logistics saat ini sedang melakukan ekspansi tahap dua untuk fasilitas gudang pendingin di Bekasi. Fasilitas ekspansi tersebut rencananya akan mulai beroperasi pada kuartal IV-2021.

PT ADARO ENERGY TBK.

Harga batubara Newcastle terus menguat dari level USD60 per ton di akhir tahun 2020 menjadi USD130 per ton di akhir semester I-2021 yang didorong oleh terbatasnya pasokan global dan meningkatnya volume permintaan terutama dari kebutuhan listrik di China.

PT MITRA PINASTHIKA MUSTIKA TBK.

Pemulihan ekonomi yang sedang berjalan telah berdampak positif terhadap MPMX. Perusahaan melakukan revisi terhadap proyeksi pendapatan tahun 2021 menjadi tumbuh 20-25 persen, dibandingkan proyeksi awal sebesar 10-15 persen. Sementara Net Profit After Tax (NPAT) pada tahun 2021 diproyeksikan mencapai lebih dari Rp 300 miliar. Optimisme MPMX tersebut didukung dengan penjualan sepeda motor nasional yang tumbuh 30 persen selama semester I-2021 menjadi 2,5 juta unit, dari 1,9 juta unit di semester I-2020. Sampai akhir tahun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor akan mencapai 4,3 juta

hingga 4,6 juta unit dibandingkan penjualan tahun 2020 yang mencapai 3,7 juta unit.

PT ANEKA GAS INDUSTRI TBK.

Pada 21 Maret, AGII menyelesaikan akuisisi 2 unit bisnis dari PT Samator dan menambah aset senilai Rp 600 miliar. Pada 21 Mei, AGII menandatangani kontrak 12 tahun dengan PT Timah Tbk. (TINS) untuk membangun pabrik penyedia pasokan gas industri yang dibutuhkan untuk smelter pemurnian timah di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (smelter akan beroperasi penuh pada tahun 2022).

PT FAMON AWAL BROS SEDAYA

PT Famon Awal Bros Sedaya (Primaya Hospital) telah meluncurkan tiga rumah sakit baru pada semester pertama tahun ini di Pangkal Pinang, Sukabumi dan Pasar Kemis. Primaya akan meluncurkan dua rumah sakit lagi di semester II-2021. Primaya Hospital akan terus memberi dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung.

*Selesai*

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. 

Didirikan pada tahun 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Saratoga berfokus pada peluang investasi di tahap awal dan pertumbuhan, serta dalam kondisi khusus dengan fokus pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia seperti konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif terdepan dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Atau hubungi:

Contact:

General:                                                                                                Financials:

Corporate Secretary                                                                             Investor Relations

corporate.secretary@saratoga-investama.com           investor.relations@saratoga-investama.com

Saratoga Bersama SMK ORA et LABORA Cetak Lulusan Terampil dan Siap Kerja

Jakarta, 21 Juli 2021 – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga) memberikan dukungan penuh kepada Sekolah Menengah Kejuruan ORA et LABORA (SMK OeL) Kompetensi Keahlian Teknik Pembangkit Listrik, dalam menyiapkan tenaga terampil dan siap kerja. Angkatan pertama SMK OeL yang telah menjalani pelepasan kelulusan pada Jum’at (16/7) ini akan menjalankan program kerja di beberapa perusahaan ternama di Indonesia. Bagi Saratoga, investasi di bidang Pendidikan akan menciptakan masyarakat berkualitas dan dapat berkontribusi secara aktif dalam pembangunan nasional.

Direktur Keuangan Saratoga Lany D. Wong menjelaskan sejak SMK ORA et LABORA didirikan pada tahun 2017, perusahaan berperan aktif dan ikut andil dalam menciptakan kurikulum serta memantau proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dijalankan dan lulusan SMK OeL sesuai dengan kebutuhan sektor kelistrikan. Langkah konkrit tersebut merupakan bagian dari pilar tanggung jawab sosial Saratoga yang berfokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (Human Capital Development).

“Kami bersyukur dan bangga SMK ORA et LABORA hari ini menjalankan kelulusan angkatan pertama. Program pembelajaran selama tiga tahun ditambah satu tahun praktik kerja, mampu membekali siswa – siswi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Terbukti lulusan sekolah ini telah diterima di perusahaan yang memiliki kredibilitas tinggi baik di sektor energi maupun non energi,” jelas Lany dalam keterangan resminya di Jakarta (21/7).

Lulusan SMK ORA et LABORA selanjutnya akan bekerja di perusahaan PT Shandong Licun Power Plant Technology dan memiliki potensi besar bekerja di PT GPOS Daya Energi (O&M sebuah Pembangkit Listrik di Gorontalo), Primaya Hospital, PT Tanjung Power Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor.

Selama 4 tahun SMK ORA et LABORA mendidik para siswa – siswi dengan durasi pembelajaran selama tiga tahun, dilanjutkan dengan training profesional selama tiga bulan dengan materi – materi yang dibutuhkan di dunia kerja terutama sektor kelistrikan. Setelah itu para murid mengikuti program pemagangan di industri pembangkit listrik selama sembilan bulan untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja.

Untuk memastikan bahwa lulusan SMK memiliki keahlian yang handal, SMK ORA et LABORA juga bekerja sama dengan Swiss German University (SGU) menghadirkan pengajar-pengajar yang kompeten dan kredibel di bidangnya. Sementara untuk pelatihan teknis kelistrikan, ORA et LABORA juga menggandeng Central Industrial Technology Enterprise (CITE), sebuah lembaga berbasis industri dan berorientasi sosial yang teruji di dunia.

Ketua Yayasan Ora et Labora, Sandi Rahaju menjelaskan kehadiran SMK OeL ini merupakan salah satu bentuk nyata dukungan terhadap Pemerintah dalam meningkatkan sekolah vokasi yang berorientasi pada penerapan ilmu, sehingga lulusannya kompeten dan terampil dalam bekerja. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan yang menyatakan pendidikan vokasi menempati posisi penting dalam strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)  yang lebih produktif dan kompetitif, dimana poin ini juga merupakan prioritas Kabinet Indonesia Maju dalam lima tahun ke depan.

“SMK OeL yang merupakan vokasional teknik ingin menekankan pembelajaran yang terstruktur dan keahlian yang lebih driven atau terarah. Apalagi sektor kelistrikan ini sektor yang tahan krisis dan dalam situasi apapun akan dibutuhkan. Dengan kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat, ketersediaan SDM yang memahami dan menguasai sektor kelistrikan menjadi sangat penting,” kata Sandi.

Sandi juga menjelaskan kurikulum yang diterapkan oleh SMK OeL ini diharapkan membantu mengurangi tingkat pengangguran lulusan SMK yang cukup tinggi di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik Februari 2021, lulusan SMK mendominasi jumlah pengangguran di Indonesia dengan besaran 11,45% dari total pengangguran terbuka sebanyak 8,75 juta orang. Apalagi dengan situasi pandemi yang juga mempengaruhi keputusan – keputusan strategis di semua industri.

“Kami bersyukur sejumlah perusahaan menerima anak – anak kami untuk melakukan praktek kerja industri. Kolaborasi antara lembaga Pendidikan dan sektor swasta menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa Pendidikan vokasi berhasil dengan baik,” tegas Sandi.

Deputi IV Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin bangga melihat siswa – siswi SMK OeL yang berhasil lulus walaupun dalam situasi pandemi yang belum berakhir, namun pembelajaran tetap dapat berjalan dengan baik. Pembelajaran inovatif dan literasi digital akan menjadi sebuah keharusan dalam tiap jenjang pendidikan utamanya dalam pendidikan dan pelatihan vokasi. Peningkatan kualitas kompetensi oleh siswa – siswi yang mampu beradaptasi  dengan kemajuan teknologi tentunya  akan membantu penyiapan kompetensi SDM Indonesia yang kompeten dan memadai. “Besar harapan kami bahwa adik-adik lulusan SMK OeL yang membanggakan ini nantinya akan menjadi bagian dari katalisator yang dapat mengakselerasi langkah Indonesia untuk merealisasikan visi Indonesia Emas 2045 sebagaimana pesan yang disampaikan Presiden Jokowi,” jelas Rudy.

Direktur PT Sandong Licun Power Plant, Junus Widjaja menjelaskan kerjasama strategis yang dilakukan antara perusahaan dengan Saratoga dan SMK OeL ini diharapkan dapat dilakukan secara jangka panjang. “Kami melihat dan mempelajari proses pembelajaran yang dilakukan di SMK OeL baik dari kurikulum, pengajar dan kualitas anak didik. Kami berharap dapat bekerjasama dengan baik dan SDM handal dari sekolah ini bisa mengeksplorasi ilmu yang dimiliki sehingga dapat memberikan kontribusi lebih bagi perusahaan ke depan,” jelas Junus Widjaja.

Junus Widjaja juga menambahkan langkah yang dilakukan oleh PT Sandong Licun Power Plant ini diharapkan dapat diikuti oleh perusahaan lainnya untuk mendukung penyerapan tenaga kerja dan meminimalisir pengangguran. “Langkah ini akan jauh lebih efektif untuk menyerap tenaga kerja yang mumpuni,” ujar Junus Widjaja.

***Selesai***

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. 

Didirikan pada tahun 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Saratoga berfokus pada peluang investasi di tahap awal dan pertumbuhan, serta dalam kondisi khusus dengan fokus pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia seperti konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif terdepan dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Atau hubungi:

Contact:

General:                                                                                                Financials:

Corporate Secretary                                                                             Investor Relations

corporate.secretary@saratoga-investama.com           investor.relations@saratoga-investama.com