Fokus Akselerasi E-Commerce Indonesia, SIRCLO Umumkan Triawan Munaf dan Maurits Lalisang sebagai Komisaris Baru

Dari Kiri ke Kanan: Brian Marshal, Triawan Munaf, Maurits Lalisang

Jakarta, 07 Oktober 2021—Perusahaan e-commerce enabler SIRCLO menyambut bergabungnya Triawan Munaf dan Maurits Lalisang dalam jajaran kepemimpinan di SIRCLO sebagai komisaris.

Triawan dan Maurits bergabung untuk mendukung SIRCLO mengembangkan kapabilitas teknologi yang ditawarkan dan mengakselerasi digitalisasi bisnis berskala UMKM maupun enterprise di seluruh Indonesia. Brian Marshal, Founder dan CEO SIRCLO, menyampaikan rasa bangga dan hormat atas bergabungnya dua tokoh yang berpengalaman mendongkrak kemajuan usaha dalam negeri selama lebih dari tiga dekade.

“Sebagai sosok di balik pertumbuhan bisnis-bisnis besar di Indonesia, Bapak Triawan dan Bapak Maurits memiliki visi yang sama dengan SIRCLO, yaitu membantu pemilik usaha beradaptasi serta bertransisi ke ranah digital secara omnichannel,” sambut Brian. “Banyak pengetahuan yang dapat kami pelajari dari kedua figur ini untuk memperluas dampak sosial dan ekonomi positif SIRCLO dalam mendukung pertumbuhan bisnis melalui e-commerce, dari skala UMKM hingga enterprise. Bersama-sama, kami berharap menjadi perusahaan berkelanjutan yang mampu membentuk fondasi ekonomi digital Indonesia dan meningkatkan perputaran roda perekonomian nasional di masa depan.”

Triawan Munaf merupakan tokoh nasional dan wirausahawan dengan latar belakang sebagai pelaku industri kreatif sejak dini. Sebagai mantan Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Tbk. dan mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), semangat Triawan dalam membangun industri teknologi di Indonesia tampak dari bergabungnya di jajaran kepemimpinan East Ventures sebagai Venture Advisor pada Februari 2020. Baru-baru ini, ia juga ditetapkan sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Aviasi Pariwisata Indonesia Tbk.

Bermisi yang sama dengan SIRCLO dalam membantu membesarkan usahawan Indonesia, Triawan Munaf mengatakan, Kebutuhan untuk melakukan transformasi digital semakin tidak terelakkan bagi para pebisnis dari berbagai skala, terutama UMKM, yang merupakan penggerak ekonomi Indonesia. Saya telah melihat bagaimana SIRCLO banyak membantu segmen ini melalui berbagai gagasan dan solusinya, sehingga saya yakin, kapabilitas yang saat ini SIRCLO miliki mampu mempercepat pertumbuhan UMKM secara eksponensial. Saya bersemangat dapat bergabung di SIRCLO, karena ini sejalan dengan visi saya untuk meningkatkan nilai tambah dari berbagai subsektor Ekonomi Kreatif, yang sebagian besar pelakunya adalah UMKM.”

Berkomitmen memajukan SIRCLO, Maurits Lalisang, seorang pemimpin prominen yang mempunyai keunggulan track record selama empat dekade, yaitu 11 tahun sebagai CEO dan 6 tahun sebagai Presiden Komisaris dalam memimpin PT Unilever Indonesia Tbk., perusahaan multinasional terkemuka di Indonesia. Melalui beragam terobosan dan inovasinya, beliau berhasil memperkuat posisi Unilever sebagai market leader dalam industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Saat ini beliau menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Multi Bintang Indonesia Tbk, Komisaris PT ICI Paints Indonesia, Komisaris PT Deltomed Laboratories dan sebagai Partner di Saratoga Group, perusahaan investasi aktif di Indonesia.

Memperkuat dukungan pada industri e-commerce yang meningkat pesat dalam dua tahun terakhir ini, Maurits mengungkapkan, “Saya sangat bangga atas keberadaan SIRCLO, perusahaan startup solusi e-commerce yang dapat memperkuat sektor UMKM dan enterprise yang akan memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Saya berterima kasih dapat bergabung bersama dalam proses pengembangan bisnis SIRCLO kedepannya. Saya optimis SIRCLO dapat menjadi perusahaan sustainable yang semakin bernilai, baik secara bisnis maupun kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.”

Sejak berdiri pada tahun 2013, SIRCLO terus beradaptasi terhadap lanskap dan ragam tantangan e-commerce di Indonesia. Saat ini SIRCLO menyediakan layanan enablement kepada pemilik usaha secara end-to-end, bekerja sama dengan berbagai marketplace, mengembangkan kanal social commerce, maupun melayani klien-klien berskala enterprise. Hingga tahun ini, SIRCLO telah membantu lebih dari 100.000 brand untuk berjualan online, baik dari skala pengusaha perseorangan, UMKM, hingga perusahaan-perusahaan besar.

***

Tentang SIRCLO

Dimulai pada tahun 2013, SIRCLO adalah perusahaan solusi e-commerce terdepan di Indonesia yang membantu brands berjualan online. SIRCLO menawarkan solusi yang terbagi menjadi 2 kategori utama, yaitu solusi entrepreneur dan enterprise. Pada kategori entrepreneur, SIRCLO menawarkan SIRCLO Store, dasbor toko online UMKM untuk berjualan di multiple platforms (website, marketplace, chat commerce) dan IbuSibuk, solusi pemberdayaan komunitas Ibu untuk menjadi Key Opinion Leaders (KOL), micro-influencers, serta resellers. Pada kategori enterprise, SIRCLO menawarkan layanan e-commerce enabler melalui SIRCLO Commerce, solusi pengembangan teknologi omnichannel melalui ICUBE by SIRCLO, platform B2B2C yang menyediakan produk Ibu dan Anak untuk toko ritel melalui Sooplai, dan Orami, platform parenting yang menggabungkan Commerce, Content & Community dalam satu ekosistem.

SIRCLO telah melayani lebih dari 100.000 brands untuk mengembangkan bisnis secara online. Solusi SIRCLO telah dipercaya oleh brands lokal, di antaranya ATS The Label, Evete Naturals, Namaste Organic, This Is April dan Heytimmy Kidswear, serta brands multinasional seperti Unilever, Reckitt Benckiser, KAO, L’Oréal, dan Levi’s. Berlokasi di Green Office Park 1, The Breeze (BSD – Serpong), hari ini SIRCLO memiliki lebih dari 1.000 karyawan serta perwakilan yang berbasis di Jakarta, Bekasi, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Lihat informasi selengkapnya mengenai SIRCLO di www.sirclo.com.

Contact:

SIRCLO

Rini Hapsoro

Communications Manager

M: +62 878 757 710 80

E: rini@sirclo.com

Saratoga Mencatat NAV Sebesar Rp 46,5 Triliun di Semester I-2021

Jakarta, 29 Juli 2021– PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (kode saham: SRTG) mencatatkan net asset value (NAV) senilai Rp 46,5 triliun hingga semester I-2021. Nilai tersebut meningkat dibandingkan NAV pada akhir tahun 2020 yang mencapai Rp 31,7 triliun. Perseroan juga membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 15,3 triliun, dibandingkan rugi bersih sebesar Rp 2,1 triliun pada semester I-2020.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya mengatakan, kinerja positif perusahaanperusahaan portofolio investasi telah mendorong pertumbuhan nilai portofolio Saratoga. Kinerja perusahaan portofolio investasi tersebut juga diikuti dengan pembayaran dividen yang konsisten sehingga turut memperkuat fundamental Saratoga.

“Nilai saham yang meningkat dari perusahaan portofolio investasi telah menjadikan NAV Saratoga tumbuh positif di semester I-2021. Kami bersyukur bahwa perusahaan portofolio investasi Saratoga mampu menjaga pertumbuhan bisnisnya,” kata Michael dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (29/7).

Pencapaian NAV Saratoga di semester I-2021 berasal dari kinerja saham sejumlah perusahaan portofolio investasi yang meningkat, terutama dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (kode saham: TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (kode saham: MDKA), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (kode saham: MPMX), dan PT Provident Agro Tbk. (kode saham: PALM).

Saratoga juga membukukan pendapatan dividen sebesar Rp 866 miliar pada semester I-2021, meningkat 35,3 persen dari Rp 640 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pendapatan ini sebagian besar disumbangkan oleh PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), TBIG, dan MPMX.

Michael menambahkan, Saratoga akan terus menjalankan strategi diversifikasi dalam berinvestasi dan disiplin dalam mengelola keuangan untuk menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka pa njang. Rasio utang dan biaya akan terus dikelola dan dijaga dilevel yang efisien. Saat ini biaya – biaya operasional tahunan terhadap nilai aset bersih berada di posisi sebesar 0,4 persen dan loan to value sebesar 5,7 persen.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menjelaskan, pada semester I-2021 Saratoga terus mendorong sejumlah perusahaan portofolio investasi untuk mengembangkan bisnis ke daerah baru. Dia mencontohkan, Primaya Hospital di bawah PT Famon Awal Bros Sedaya telah membuka tiga rumah sakit baru sejak awal tahun. Ketiga rumah sakit tersebut adalah Primaya Hospital Bhakti Wara di Pangkal Pinang-Bangka Belitung, Primaya Hospital Sukabumi di Jawa Barat dan Primaya Hospital Pasar Kemis di Tangerang-Banten.

“Peluncuran rumah sakit baru ini melengkapi aset operasional Primaya Hospital menjadi 12 unit pada semester I-2021. Ekspansi ini juga menjadi bentuk dukungan Saratoga terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik di tengah situasi pandemi yang masih terjadi,” katanya.

Devin juga menjelaskan bahwa salah satu perusahaan portofolio investasi strategis Saratoga yaitu MDKA semakin memperkuat fundamental bisnis jangka panjangnya. Ia mengungkapkan, tes pengeboran terbaru dari Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi menghasilkan intercept yang signifikan dari tembaga dan emas.

MDKA telah merampungkan studi kelayakan proyek Acid, Iron, Metal (AIM) yang diproyeksikan memiliki net present value (NPV) sebesar Rp 5,8 triliun. Proyek AIM dioperasikan oleh Merdeka Tsingshan Indonesia (MDKA 80 persen, Tsingshan 20 persen) di Indonesia Morowali Industrial Park, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Konstruksi telah dimulai pada kuartal II-2021 dan direncanakan berproduksi pada kuartal II-2022.

Di tengah tingginya kebutuhan sektor logistik, Devin mengatakan, perusahaan portofolio investasi Saratoga di bisnis ini yaitu MGM Bosco Logistics sedang melakukan ekspansi tahap dua untuk fasilitas gudang pendingin di Bekasi. Fasilitas ekspansi tersebut rencananya mulai beroperasi pada kuartal IV-2021.

“Saratoga akan terus mendampingi seluruh perusahaan portofolio investasi agar mampu mengembangkan peluang bisnis baru dan meningkatkan value bisnisnya. Kami juga terbuka dengan peluang investasi baru, termasuk di sektor teknologi yang kini berkembang sangat cepat di Indonesia,” kata Devin.

KINERJA PERUSAHAAN INVESTASI

PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE TBK.

Pada April 2021, perusahaan menyelesaikan transaksi jual beli dan pengalihan 3.000 menara dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) senilai Rp 3,9 triliun. Transaksi tersebut didanai oleh dana internal dan pemanfaatan fasilitas bank. Di bulan yang sama, TBIG juga menerbitkan obligasi Rp 970 miliar yang akan jatuh tempo di tahun 2022 dengan tingkat bunga 5,50 persen.

PT MERDEKA COPPER GOLD TBK.

Pada semester ini, MDKA telah menyelesaikan studi kelayakan proyek acid, iron, metal (AIM). Dengan estimasi biaya modal proyek sebesar USD290 juta atau Rp 4,2 triliun, proyek AIM diproyeksikan memiliki net present value (NPV) sebesar USD407 juta atau Rp 5,8 triliun. Proyek AIM dioperasikan oleh Merdeka Tsingshan Indonesia (MDKA 80 persen, Tsingshan 20 persen) dengan konstruksi yang telah dimulai pada kuartal II-2021 dan direncanakan berproduksi pada kuartal IV-2022.

PT DELTOMED LABORATORIES

Deltomed meluncurkan Antangin Goodnight dan Antangin Habbatussauda. Antangin Good Night adalah suplemen herbal yang membantu meningkatkan kualitas tidur dan Antangin Habbatussauda membantu mengatasi masuk angin dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Deltomed berhasil meraih pertumbuhan pendapatan dua digit di semester ini dengan dukungan peluncuran Antangin Habbatussauda.

MGM BOSCO LOGISTICS

MGM Bosco Logistics saat ini sedang melakukan ekspansi tahap dua untuk fasilitas gudang pendingin di Bekasi. Fasilitas ekspansi tersebut rencananya akan mulai beroperasi pada kuartal IV-2021.

PT ADARO ENERGY TBK.

Harga batubara Newcastle terus menguat dari level USD60 per ton di akhir tahun 2020 menjadi USD130 per ton di akhir semester I-2021 yang didorong oleh terbatasnya pasokan global dan meningkatnya volume permintaan terutama dari kebutuhan listrik di China.

PT MITRA PINASTHIKA MUSTIKA TBK.

Pemulihan ekonomi yang sedang berjalan telah berdampak positif terhadap MPMX. Perusahaan melakukan revisi terhadap proyeksi pendapatan tahun 2021 menjadi tumbuh 20-25 persen, dibandingkan proyeksi awal sebesar 10-15 persen. Sementara Net Profit After Tax (NPAT) pada tahun 2021 diproyeksikan mencapai lebih dari Rp 300 miliar. Optimisme MPMX tersebut didukung dengan penjualan sepeda motor nasional yang tumbuh 30 persen selama semester I-2021 menjadi 2,5 juta unit, dari 1,9 juta unit di semester I-2020. Sampai akhir tahun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor akan mencapai 4,3 juta

hingga 4,6 juta unit dibandingkan penjualan tahun 2020 yang mencapai 3,7 juta unit.

PT ANEKA GAS INDUSTRI TBK.

Pada 21 Maret, AGII menyelesaikan akuisisi 2 unit bisnis dari PT Samator dan menambah aset senilai Rp 600 miliar. Pada 21 Mei, AGII menandatangani kontrak 12 tahun dengan PT Timah Tbk. (TINS) untuk membangun pabrik penyedia pasokan gas industri yang dibutuhkan untuk smelter pemurnian timah di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (smelter akan beroperasi penuh pada tahun 2022).

PT FAMON AWAL BROS SEDAYA

PT Famon Awal Bros Sedaya (Primaya Hospital) telah meluncurkan tiga rumah sakit baru pada semester pertama tahun ini di Pangkal Pinang, Sukabumi dan Pasar Kemis. Primaya akan meluncurkan dua rumah sakit lagi di semester II-2021. Primaya Hospital akan terus memberi dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung.

*Selesai*

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. 

Didirikan pada tahun 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Saratoga berfokus pada peluang investasi di tahap awal dan pertumbuhan, serta dalam kondisi khusus dengan fokus pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia seperti konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif terdepan dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Atau hubungi:

Contact:

General:                                                                                                Financials:

Corporate Secretary                                                                             Investor Relations

corporate.secretary@saratoga-investama.com           investor.relations@saratoga-investama.com

Saratoga Bersama SMK ORA et LABORA Cetak Lulusan Terampil dan Siap Kerja

Jakarta, 21 Juli 2021 – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga) memberikan dukungan penuh kepada Sekolah Menengah Kejuruan ORA et LABORA (SMK OeL) Kompetensi Keahlian Teknik Pembangkit Listrik, dalam menyiapkan tenaga terampil dan siap kerja. Angkatan pertama SMK OeL yang telah menjalani pelepasan kelulusan pada Jum’at (16/7) ini akan menjalankan program kerja di beberapa perusahaan ternama di Indonesia. Bagi Saratoga, investasi di bidang Pendidikan akan menciptakan masyarakat berkualitas dan dapat berkontribusi secara aktif dalam pembangunan nasional.

Direktur Keuangan Saratoga Lany D. Wong menjelaskan sejak SMK ORA et LABORA didirikan pada tahun 2017, perusahaan berperan aktif dan ikut andil dalam menciptakan kurikulum serta memantau proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dijalankan dan lulusan SMK OeL sesuai dengan kebutuhan sektor kelistrikan. Langkah konkrit tersebut merupakan bagian dari pilar tanggung jawab sosial Saratoga yang berfokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (Human Capital Development).

“Kami bersyukur dan bangga SMK ORA et LABORA hari ini menjalankan kelulusan angkatan pertama. Program pembelajaran selama tiga tahun ditambah satu tahun praktik kerja, mampu membekali siswa – siswi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Terbukti lulusan sekolah ini telah diterima di perusahaan yang memiliki kredibilitas tinggi baik di sektor energi maupun non energi,” jelas Lany dalam keterangan resminya di Jakarta (21/7).

Lulusan SMK ORA et LABORA selanjutnya akan bekerja di perusahaan PT Shandong Licun Power Plant Technology dan memiliki potensi besar bekerja di PT GPOS Daya Energi (O&M sebuah Pembangkit Listrik di Gorontalo), Primaya Hospital, PT Tanjung Power Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor.

Selama 4 tahun SMK ORA et LABORA mendidik para siswa – siswi dengan durasi pembelajaran selama tiga tahun, dilanjutkan dengan training profesional selama tiga bulan dengan materi – materi yang dibutuhkan di dunia kerja terutama sektor kelistrikan. Setelah itu para murid mengikuti program pemagangan di industri pembangkit listrik selama sembilan bulan untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja.

Untuk memastikan bahwa lulusan SMK memiliki keahlian yang handal, SMK ORA et LABORA juga bekerja sama dengan Swiss German University (SGU) menghadirkan pengajar-pengajar yang kompeten dan kredibel di bidangnya. Sementara untuk pelatihan teknis kelistrikan, ORA et LABORA juga menggandeng Central Industrial Technology Enterprise (CITE), sebuah lembaga berbasis industri dan berorientasi sosial yang teruji di dunia.

Ketua Yayasan Ora et Labora, Sandi Rahaju menjelaskan kehadiran SMK OeL ini merupakan salah satu bentuk nyata dukungan terhadap Pemerintah dalam meningkatkan sekolah vokasi yang berorientasi pada penerapan ilmu, sehingga lulusannya kompeten dan terampil dalam bekerja. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan yang menyatakan pendidikan vokasi menempati posisi penting dalam strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)  yang lebih produktif dan kompetitif, dimana poin ini juga merupakan prioritas Kabinet Indonesia Maju dalam lima tahun ke depan.

“SMK OeL yang merupakan vokasional teknik ingin menekankan pembelajaran yang terstruktur dan keahlian yang lebih driven atau terarah. Apalagi sektor kelistrikan ini sektor yang tahan krisis dan dalam situasi apapun akan dibutuhkan. Dengan kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat, ketersediaan SDM yang memahami dan menguasai sektor kelistrikan menjadi sangat penting,” kata Sandi.

Sandi juga menjelaskan kurikulum yang diterapkan oleh SMK OeL ini diharapkan membantu mengurangi tingkat pengangguran lulusan SMK yang cukup tinggi di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik Februari 2021, lulusan SMK mendominasi jumlah pengangguran di Indonesia dengan besaran 11,45% dari total pengangguran terbuka sebanyak 8,75 juta orang. Apalagi dengan situasi pandemi yang juga mempengaruhi keputusan – keputusan strategis di semua industri.

“Kami bersyukur sejumlah perusahaan menerima anak – anak kami untuk melakukan praktek kerja industri. Kolaborasi antara lembaga Pendidikan dan sektor swasta menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa Pendidikan vokasi berhasil dengan baik,” tegas Sandi.

Deputi IV Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin bangga melihat siswa – siswi SMK OeL yang berhasil lulus walaupun dalam situasi pandemi yang belum berakhir, namun pembelajaran tetap dapat berjalan dengan baik. Pembelajaran inovatif dan literasi digital akan menjadi sebuah keharusan dalam tiap jenjang pendidikan utamanya dalam pendidikan dan pelatihan vokasi. Peningkatan kualitas kompetensi oleh siswa – siswi yang mampu beradaptasi  dengan kemajuan teknologi tentunya  akan membantu penyiapan kompetensi SDM Indonesia yang kompeten dan memadai. “Besar harapan kami bahwa adik-adik lulusan SMK OeL yang membanggakan ini nantinya akan menjadi bagian dari katalisator yang dapat mengakselerasi langkah Indonesia untuk merealisasikan visi Indonesia Emas 2045 sebagaimana pesan yang disampaikan Presiden Jokowi,” jelas Rudy.

Direktur PT Sandong Licun Power Plant, Junus Widjaja menjelaskan kerjasama strategis yang dilakukan antara perusahaan dengan Saratoga dan SMK OeL ini diharapkan dapat dilakukan secara jangka panjang. “Kami melihat dan mempelajari proses pembelajaran yang dilakukan di SMK OeL baik dari kurikulum, pengajar dan kualitas anak didik. Kami berharap dapat bekerjasama dengan baik dan SDM handal dari sekolah ini bisa mengeksplorasi ilmu yang dimiliki sehingga dapat memberikan kontribusi lebih bagi perusahaan ke depan,” jelas Junus Widjaja.

Junus Widjaja juga menambahkan langkah yang dilakukan oleh PT Sandong Licun Power Plant ini diharapkan dapat diikuti oleh perusahaan lainnya untuk mendukung penyerapan tenaga kerja dan meminimalisir pengangguran. “Langkah ini akan jauh lebih efektif untuk menyerap tenaga kerja yang mumpuni,” ujar Junus Widjaja.

***Selesai***

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. 

Didirikan pada tahun 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Saratoga berfokus pada peluang investasi di tahap awal dan pertumbuhan, serta dalam kondisi khusus dengan fokus pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia seperti konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif terdepan dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Atau hubungi:

Contact:

General:                                                                                                Financials:

Corporate Secretary                                                                             Investor Relations

corporate.secretary@saratoga-investama.com           investor.relations@saratoga-investama.com

SARATOGA LAPORKAN AKUN INVESTASI ILEGAL KE PIHAK YANG BERWENANG

Jakarta, 6 Juli 2021 – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (Saratoga, kode saham: SRTG) hari ini menyampaikan laporan kepada pihak yang  berwenang termasuk Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait aktivitas investasi ilegal yang mengatasnamakan Saratoga melalui tiga akun berbeda di aplikasi layanan pengirim pesan instan multiplatform Telegram.

Devin Wirawan, Direktur Investasi mengatakan bahwa perusahaan tidak pernah menawarkan dan menjanjikan investasi dalam bentuk apapun melalui aplikasi pesan instan apapun dalam hal ini di platform Telegram. Akun di media sosial yang mengatasnamakan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. tersebut adalah ilegal.

“Kami memastikan bahwa perusahaan tidak terkait dan tidak bertanggungjawab terhadap aktivitas investasi yang menggunakan nama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. di platfom Telegram. Saratoga tidak pernah membuat, mengaktifkan dan mengendalikan akun di aplikasi pesan instan tersebut untuk tujuan menawarkan investasi,” kata Devin melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/7).

Devin menjelaskan setiap informasi dari perusahaan disampaikan melalui website resmi perusahaan yaitu www.saratoga-investama.com dan keterbukaan informasi melalui Otoritas Jasa Keuangan dan BEI.

Menurut Devin, Saratoga juga telah melaporkan segala bentuk aktivitas ilegal yang mencatut nama perusahaan kepada pihak yang berwajib dan kepada pengelola platform digital Telegram. Perusahaan meminta agar akun tersebut dapat segera dihapus sehingga tidak menimbulkan kerugian, baik dari sisi Saratoga maupun masyarakat.  

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran investasi yang tidak jelas, termasuk yang ada di platform media sosial dengan mengatasnamakan Saratoga. Kami akan menindak dan melakukan langkah hukum secara tegas kepada  pihak-pihak yang mencemarkan nama baik dan merugikan perusahaan,” tegas Devin.

Sebagai perusahaan investasi yang memiliki pengalaman panjang di Indonesia, Saratoga mengutamakan prinsip prudent (kehati – hatian) dengan mengelola semua risiko dan secara konsisten menerapkan strategi diversifikasi. Pendekatan ini terbukti berhasil menjaga kinerja Saratoga kokoh di tengah ketidakpastian dan membuat perusahaan cepat tanggap dalam merespons setiap peluang dan perubahan yang dinamis.

***Selesai***

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. 

Didirikan pada tahun 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Saratoga berfokus pada peluang investasi di tahap awal dan pertumbuhan, serta dalam kondisi khusus dengan fokus pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia seperti konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif terdepan dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Atau hubungi:

Contact:

General:                                                                                                Financials:

Corporate Secretary                                                                             Investor Relations

corporate.secretary@saratoga-investama.com           investor.relations@saratoga-investama.com

SARATOGA LAPORKAN AKUN INVESTASI ILEGAL KE PIHAK YANG BERWENANG

Jakarta, 5 Juli 2021 – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) hari ini menyampaikan laporan kepada pihak yang berwenang termasuk Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait aktivitas investasi ilegal yang mengatasnamakan Saratoga melalui tiga akun berbeda di aplikasi layanan pengirim pesan instan multiplatform Telegram.

Devin Wirawan, Direktur Investasi mengatakan bahwa perusahaan tidak pernah menawarkan dan menjanjikan investasi dalam bentuk apapun melalui aplikasi pesan instan apapun dalam hal ini di platform Telegram. Akun di media sosial yang mengatasnamakan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. tersebut adalah ilegal.

“Kami memastikan bahwa perusahaan tidak terkait dan tidak bertanggungjawab terhadap aktivitas investasi yang menggunakan nama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. di platfom Telegram. Saratoga tidak pernah membuat, mengaktifkan dan mengendalikan akun di aplikasi pesan instan tersebut untuk tujuan menawarkan investasi,” kata Devin melalui keterangan tertulis di Jakarta (5/7).

Devin menjelaskan setiap informasi dari perusahaan disampaikan melalui website resmi perusahaan yaitu www.saratoga-investama.com dan keterbukaan informasi melalui Otoritas Jasa Keuangan dan BEI.

Menurut Devin, Saratoga juga telah melaporkan segala bentuk aktivitas ilegal yang mencatut nama perusahaan kepada pihak yang berwajib dan kepada pengelola platform digital Telegram. Perusahaan meminta agar akun tersebut dapat segera dihapus sehingga tidak menimbulkan kerugian, baik dari sisi Saratoga maupun masyarakat.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran investasi yang tidak jelas, termasuk yang ada di platform media sosial dengan mengatasnamakan Saratoga. Kami akan menindak dan melakukan langkah hukum secara tegas kepada pihak-pihak yang mencemarkan nama baik dan merugikan perusahaan,” tegas Devin.

Sebagai perusahaan investasi yang memiliki pengalaman panjang di Indonesia, Saratoga mengutamakan prinsip prudent (kehati – hatian) dengan mengelola semua risiko dan secara konsisten menerapkan strategi diversifikasi. Pendekatan ini terbukti berhasil menjaga kinerja Saratoga kokoh di tengah ketidakpastian dan membuat perusahaan cepat tanggap dalam merespons setiap peluang dan perubahan yang dinamis.

***Selesai***

About PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk.

Founded in 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, ticker code: SRTG) is a leading active investment company in Indonesia. Saratoga plays an active role in managing investee companies and exploring investment opportunities in Indonesia.

Saratoga focuses on investment opportunities in the early stages and growth, and in special conditions with a focus on sectors that support economic growth in Indonesia such as consumers, infrastructure, and natural resources.

Saratoga’s vision is to continue to be a leading active investment company and become the partner of choice for local and foreign investors looking to participate in the dynamics of Indonesia’s economic growth.

For further information please visit: www.saratoga-investama.com.

Or contact:

General:
Corporate Secretary
corporate.secretary@saratoga-investama.com

Financials:
Investor Relations
investor.relations@saratoga-investama.com

Portofolio Investasi Tumbuh Positif, RUPS Saratoga Setujui Pembagian Dividen Rp 298 Miliar dan Stock Split

Jakarta, 28 April 2021 – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) hari ini menyetujui pembagian dividen sebanyak-banyaknya Rp 298,43 miliar atau Rp 110 per saham. Sementara itu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar usai RUPST juga menyetujui usulan manajemen Saratoga untuk melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan ratio 1:5.  

Presiden Direktur Saratoga Michael W.P. Soeryadjaya menjelaskan konsistensi Saratoga untuk membagikan dividen kepada pemegang saham merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah yang optimal. Hal ini menggambarkan bahwa strategi investasi Saratoga berada di jalur yang tepat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan pemegang saham yang telah memungkinkan perseroan untuk mengeksekusi setiap rencana investasi. Kami yakin bahwa keputusan pembagian dividen dan stock split ini akan menjadikan Saratoga semakin menarik sebagai partner investasi di pasar modal Indonesia,” jelas Michael usai RUPST dan RUPSLB yang dilakukan secara online di Jakarta, Rabu (28/4).

Michael mengungkapkan, pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 telah menimbulkan banyak ketidakpastian dan menurunnya aktivitas ekonomi secara global dan nasional. Namun, dalam situasi yang sangat dinamis dan menantang tersebut, Saratoga berhasil menjaga momentum pertumbuhan portofolio investasi secara positif. Hal tersebut tercermin dari nilai aset bersih (net asset value/NAV) perseroan yang tumbuh hingga 39% menjadi Rp 31,70 triliun.

“Selama pandemi fokus dari strategi kami adalah mempertahankan ketahanan operasional, baik pada perusahaan induk maupun seluruh perusahaan portofolio investasi. Dengan tetap mengutamakan prinsip prudent (kehati–hatian) dalam mengelola semua risiko dan konsisten menerapkan strategi diversifikasi, kami bersyukur target ketahanan operasional dapat dicapai dengan baik,” ungkapnya.

Pada tahun 2020 nilai investasi Saratoga di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 120% menjadi Rp 10,18 triliun dan nilai investasi di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) tumbuh 56% menjadi Rp 12,64 triliun. Saratoga juga berhasil membukukan pendapatan dividen di tahun 2020 sebesar Rp 750 milliar, yang sebagian besar dikontribusikan oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar Rp 215 miliar, PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) Rp 214 miliar, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) sebesar Rp 210 miliar dan PT Provident Agro Tbk (PALM) sebesar Rp 105 miliar.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan mengatakan untuk mendukung pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19, Saratoga akan terus mengoptimalkan investasi di lini bisnis yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Perseroan juga akan mendorong portofolio investasi untuk menjalankan ekspansi bisnis agar mampu menjangkau lebih banyak pasar dan menjadi solusi masyarakat.

Devin menunjukkan ekspansi PT Famon Awal Bros Sedaya (Primaya Hospital) yang terus memberikan layanan medis terbaik di berbagai daerah di Indonesia. Semester I ini Primaya Hospital akan meluncurkan 4 rumah sakit baru untuk melengkapi 9 rumah sakit yang telah beroperasi hingga akhir tahun 2020. Untuk mendukung percepatan digitalisasi di Indonesia, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) juga terus memperkuat infrastruktur telekomunikasinya. Diantaranya adalah mengakuisisi 3.000 menara dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST)

Untuk mendukung ekspansi portofolio investasinya, Devin melanjutkan, Saratoga juga konsisten melakukan aksi korporasi dan melakukan peningkatan investasi. Seperti di Mulia Bosco Logistik kepemilikan saham perseroan bertambah dari 7,5% menjadi 23,7%.  Saratoga juga telah menambah kepemilikan saham perseroan di MPMX sebanyak 4,34 % di bulan ini.

“RUPSLB hari ini selain stock split, pemegang saham juga menyetujui rencana buyback saham perseroan sebanyak-banyak 25 juta saham atau 0,92% dari saham di setor. Berbagai aksi korporasi ini merupakan komitmen Saratoga untuk mengoptimalkan setiap peluang ditengah tantangan bisnis yang masih akan sangat dinamis,” kata Devin.

***Selesai***

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. 

Didirikan pada tahun 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Saratoga berfokus pada peluang investasi di tahap awal dan pertumbuhan, serta dalam kondisi khusus dengan fokus pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia seperti konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif terdepan dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Atau hubungi:

Contact:

General:                                                                                                Financials:

Corporate Secretary                                                                             Investor Relations

corporate.secretary@saratoga-investama.com           investor.relations@saratoga-investama.com

Saratoga Tetap Kokoh dengan Membukukan Kinerja Cemerlang Pada 2020

Saratoga Tetap Kokoh dengan Membukukan Kinerja Cemerlang Pada 2020

Jakarta, 9 Maret 2021 – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (kode saham: SRTG) berhasil mencatat kinerja yang cemerlang pada tahun 2020. Laba bersih perseroan bertumbuh 20 persen menjadi Rp 8,82 triliun. Hal ini didukung oleh peningkatan nilai portofolio investasi yang juga terlihat dari nilai aset bersih (net asset value) Saratoga di akhir tahun 2020 yang melesat 39 persen hingga senilai Rp 31,70 triliun.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya menyatakan bahwa kinerja perusahaan – perusahaan portofolio investasi Saratoga yang solid pada saat pandemi 2020 menjadi kunci pencapaian perseroan. Hal itu tercermin dari kenaikan nilai investasi Saratoga di sejumlah perusahaan portofolio dan pembayaran dividen yang konsisten.

“Kami bersyukur di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19 Saratoga berhasil menjaga momentum pertumbuhannya dan meraih kinerja yang baik. Sebagai perusahaan investasi yang memiliki pengalaman panjang di Indonesia, Saratoga mengutamakan prinsip kehati – hatian dengan mengelola semua risiko dan secara konsisten menerapkan strategi diversifikasi. Pendekatan ini yang terbukti menjaga kami tetap kokoh di tengah ketidakpastian dan membuat kami cepat tanggap dalam merespon segala perubahan yang dinamis,” kata Michael di Jakarta, Selasa (9/3).

Sepanjang 2020, Saratoga berfokus pada pengembangan strategi perusahaan untuk mempertahankan ketahanan operasional selama pandemi, baik pada perusahaan induk maupun seluruh perusahaan investasi. Target ketahanan operasional ini terbukti dapat dicapai dengan baik.

Pada tahun 2020 nilai investasi Saratoga di PT Merdeka Copper Gold Tbk. (kode saham: MDKA) naik 120 persen menjadi Rp 10,18 triliun dan nilai investasi di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (kode saham: TBIG) tumbuh 56 persen menjadi Rp 12,64 triliun. Saratoga juga berhasil membukukan pendapatan dividen di tahun 2020 sebesar Rp 750 milliar, yang dikontribusikan oleh PT Adaro Energy Tbk. (kode saham: ADRO) sebesar Rp 215 miliar, PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. (kode saham: TBIG) Rp 214 miliar, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (kode saham: MPMX) sebesar Rp 210 miliar dan PT Provident Agro Tbk. (kode saham: PALM) sebesar Rp 105 miliar.

Michael menambahkan, Saratoga akan terus mencari peluang-peluang investasi baru dan ikut mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19. “Kami berharap program vaksinasi yang kini tengah berjalan dapat segera memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan menghentikan pandemi ini. Saratoga akan terus aktif menjalankan strategi, sehingga pertumbuhan perusahaan akan semakin optimal ketika pandemi telah berakhir,” tambahnya.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menjelaskan, selama pandemi sejumlah perusahaan portofolio Saratoga menemukan momentum pertumbuhan bisnisnya. Ia menyebut kinerja MDKA yang terus menguat berkat kenaikan harga komoditas emas dan tembaga yang sangat tinggi di tahun 2020. Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi COVID-19 hingga saat ini, emas sebagai “safe haven” masih akan menjadi obyek investasi utama di dunia. Peluang inilah yang akan semakin memperkuat fundamental MDKA ke depan.

Selain itu, Devin melanjutkan, migrasi masyarakat yang semakin cepat ke ekosistem digital telah memberikan peluang yang semakin besar kepada PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi. Sedangkan di sektor konsumer, PT Deltomed yang memproduksi obat-obatan herbal berhasil mengoptimalkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk kesehatan selama pandemi ini. PT Famon Awal Bros Sedaya, grup rumah sakit kami, juga terus mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan COVID-19 melalui penyediaan ruangan khusus untuk pasien COVID-19 serta pelayanan rapid test drive-thru.

“Sebagai perusahaan investasi aktif, Saratoga terus mendampingi perusahaan-perusahaan portofolio untuk bertumbuh dan mengoptimalkan setiap peluang yang ada. Dalam situasi yang masih akan sangat dinamis dan menantang ini, cost ratio Saratoga terhadap nilai aset bersih yang masih rendah di kisaran 1 persen, akan membantu menjaga performa perseroan untuk tetap solid,” jelas Devin.

Kinerja Perusahaan Investasi

PT Adaro Energy Tbk. Produksi batubara ADRO mencapai 54,53 juta ton pada 2020 dan volume penjualan batubara ADRO mencapai 54,14 juta ton di periode yang sama. Adaro melihat beberapa tanda rebalancing di pasar batu bara berkat disiplin terhadap suplai. Perusahaan tetap optimis terhadap fundamental industri di jangka panjang. Dalam menghadapi tantangan jangka pendek, perusahaan berfokus untuk menjaga kas, memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan, bertahan di jalur yang sudah ada, terus mengeksekusi strategi untuk memastikan kelangsungan bisnis, dan tetap bersumbangsih terhadap pembangunan nasional.

PT Merdeka Copper Gold Tbk. Melihat kenaikan harga komoditas emas dan tembaga selama tahun 2020 menjadi momentum penguatan fundamental bisnis perseroan. Pada 2021 MDKA menargetkan total produksi emas sebanyak 100.000 – 120.000 ton dan tembaga sebanyak 14.000 – 17.000 ton serta tetap fokus pada pengembangan proyek Tujuh Bukit Copper yang mengalami kemajuan positif di 2020. Selain itu, MDKA juga telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Eternal Tsingshan Group Limited (Tsingshan) untuk mengembangkan proyek pengolahan bijih tembaga dari tambang Wetar. Kerja sama ini diharapkan mencapai produksi komersial dalam dua tahun dan menjadi aset multikomoditas jangka panjang bagi MDKA.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. Walaupun industri otomotif mengalami tekanan akibat pandemi, MPMX sudah berhasil meraih laba yang positif di sembilan bulan pertama tahun 2020 mengingat adanya perbaikan penjualan sepeda motor dalam beberapa bulan terakhir.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. mencatatkan pertumbuhan yang kuat dibandingkan dengan tahun 2019. Bisnisnya dapat bertahan menghadapi tekanan pandemi COVID-19 karena adanya kontrak sewa jangka panjang yang berlaku rata-rata 10 tahun dengan operator telekomunikasi. TBIG juga memperoleh sejumlah kontrak baru selama 2020. TBIG telah melampaui target tahun 2020 dengan penambahan sebanyak 3.319 penyewaan baru untuk sembilan bulan pertama 2020. Ke depannya, TBIG diproyeksikan memiliki pertumbuhan yang pesat karena teknologi digital yang mendorong transformasi pada industri dan masyarakat.

PT Famon Awal Bros Sedaya, terus memperkuat keunggulannya dengan memberikan layanan rumah sakit yang mengutamakan center of excellence, upgrade peralatan, dan meningkatkan teknologi yang didukung penuh oleh Saratoga baik dari sisi operasi maupun ekspansi bisnisnya. Pada 2020, FABS berhasil mendapatkan pinjaman tambahan untuk mendukung rencana ekspansi bisnis termasuk dengan peresmian empat rumah sakit baru pada 2021. Peluncuran rumah sakit baru menunjukkan komitmen FABS dalam mengembangkan sistem kesehatan yang lebih baik di Indonesia.

Pada April 2020, perubahan nama rumah sakit Awal Bros menjadi Primaya Hospital dilakukan sebagai bukti dari komitmen RS Awal Bros Group dalam memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada semua lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Primaya Hospital adalah transformasi dan wujud baru dari RS Awal Bros sebagai rumah sakit swasta dengan akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) di Indonesia yang telah menyediakan layanan kesehatan berstandar internasional.

Primaya Hospital juga terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 dengan menyediakan ruangan khusus untuk pasien COVID-19 dan menyediakan layanan rapid test drive-thru.

PT Deltomed Laboratories, salah satu pemain terbesar di industri produk herbal, telah berhasil mendongkrak penjualan Antangin pada 2020. Kenaikan penjualan ini didorong oleh peningkatan kesadaran konsumen akan kesehatan, didukung oleh operasional dan distribusi yang kuat dari perusahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan daya tahan tubuh, Deltomed Laboratories meluncurkan obat herbal terbaru yakni Imugard yang mengandung ekstrak Phyllanthus urinaria, daun kelor, dan kunyit. Produk ini berkhasiat dalam menjaga daya tahan tubuh dan telah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM).

***Selesai***

About PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk.

Founded in 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, ticker code: SRTG) is a leading active investment company in Indonesia. Saratoga plays an active role in managing investee companies and exploring investment opportunities in Indonesia.

Saratoga focuses on investment opportunities in the early stages and growth, and in special conditions with a focus on sectors that support economic growth in Indonesia such as consumers, infrastructure, and natural resources.

Saratoga’s vision is to continue to be a leading active investment company and become the partner of choice for local and foreign investors looking to participate in the dynamics of Indonesia’s economic growth.

For further information please visit: www.saratoga-investama.com.

Or contact:

General:
Corporate Secretary
corporate.secretary@saratoga-investama.com

Financials:
Investor Relations
investor.relations@saratoga-investama.com

Saratoga Tetap Kokoh dengan Membukukan Kinerja Cemerlang Pada 2020

Jakarta, 9 Maret 2021 – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (kode saham: SRTG) berhasil mencatat kinerja yang cemerlang pada tahun 2020. Laba bersih perseroan bertumbuh 20 persen menjadi Rp 8,82 triliun. Hal ini didukung oleh peningkatan nilai portofolio investasi yang juga terlihat dari nilai aset bersih (net asset value) Saratoga di akhir tahun 2020 yang melesat 39 persen hingga senilai Rp 31,70 triliun.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya menyatakan bahwa kinerja perusahaan – perusahaan portofolio investasi Saratoga yang solid pada saat pandemi 2020 menjadi kunci pencapaian perseroan. Hal itu tercermin dari kenaikan nilai investasi Saratoga di sejumlah perusahaan portofolio dan pembayaran dividen yang konsisten.

“Kami bersyukur di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19 Saratoga berhasil menjaga momentum pertumbuhannya dan meraih kinerja yang baik. Sebagai perusahaan investasi yang memiliki pengalaman panjang di Indonesia, Saratoga mengutamakan prinsip kehati – hatian dengan mengelola semua risiko dan secara konsisten menerapkan strategi diversifikasi. Pendekatan ini yang terbukti menjaga kami tetap kokoh di tengah ketidakpastian dan membuat kami cepat tanggap dalam merespon segala perubahan yang dinamis,” kata Michael di Jakarta, Selasa (9/3).   

Sepanjang 2020, Saratoga berfokus pada pengembangan strategi perusahaan untuk mempertahankan ketahanan operasional selama pandemi, baik pada perusahaan induk maupun seluruh perusahaan investasi. Target ketahanan operasional ini terbukti dapat dicapai dengan baik.

Pada tahun 2020 nilai investasi Saratoga di PT Merdeka Copper Gold Tbk. (kode saham: MDKA) naik 120 persen menjadi Rp 10,18 triliun dan nilai investasi di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (kode saham: TBIG) tumbuh 56 persen menjadi Rp 12,64 triliun. Saratoga juga berhasil membukukan pendapatan dividen di tahun 2020 sebesar Rp 750 milliar, yang dikontribusikan oleh PT Adaro Energy Tbk. (kode saham: ADRO) sebesar Rp 215 miliar, PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. (kode saham: TBIG) Rp 214 miliar, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (kode saham: MPMX) sebesar Rp 210 miliar dan PT Provident Agro Tbk. (kode saham: PALM) sebesar Rp 105 miliar.

Michael menambahkan, Saratoga akan terus mencari peluang-peluang investasi baru dan ikut mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19. “Kami berharap program vaksinasi yang kini tengah berjalan dapat segera memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan menghentikan pandemi ini. Saratoga akan terus aktif menjalankan strategi, sehingga pertumbuhan perusahaan akan semakin optimal ketika pandemi telah berakhir,” tambahnya.  

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menjelaskan, selama pandemi sejumlah perusahaan portofolio Saratoga menemukan momentum pertumbuhan bisnisnya. Ia menyebut kinerja MDKA yang terus menguat berkat kenaikan harga komoditas emas dan tembaga yang sangat tinggi di tahun 2020. Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi COVID-19 hingga saat ini, emas sebagai “safe haven” masih akan menjadi obyek investasi utama di dunia. Peluang inilah yang akan semakin memperkuat fundamental MDKA ke depan.

Selain itu, Devin melanjutkan, migrasi masyarakat yang semakin cepat ke ekosistem digital telah memberikan peluang yang semakin besar kepada PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk. sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi. Sedangkan di sektor konsumer, PT Deltomed yang memproduksi obat-obatan herbal berhasil mengoptimalkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk kesehatan selama pandemi ini. PT Famon Awal Bros Sedaya, grup rumah sakit kami, juga terus mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan COVID-19 melalui penyediaan ruangan khusus untuk pasien COVID-19 serta pelayanan rapid test drive-thru.

“Sebagai perusahaan investasi aktif, Saratoga terus mendampingi perusahaan-perusahaan portofolio untuk bertumbuh dan mengoptimalkan setiap peluang yang ada. Dalam situasi yang masih akan sangat dinamis dan menantang ini, cost ratio Saratoga terhadap nilai aset bersih yang masih rendah di kisaran 1 persen, akan membantu menjaga performa perseroan untuk tetap solid,” jelas Devin.      

Kinerja Perusahaan Investasi

PT Adaro Energy Tbk. Produksi batubara ADRO mencapai 54,53 juta ton pada 2020 dan volume penjualan batubara ADRO mencapai 54,14 juta ton di periode yang sama. Adaro melihat beberapa tanda rebalancing di pasar batu bara berkat disiplin terhadap suplai. Perusahaan tetap optimis terhadap fundamental industri di jangka panjang. Dalam menghadapi tantangan jangka pendek, perusahaan berfokus untuk menjaga kas, memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan, bertahan di jalur yang sudah ada, terus mengeksekusi strategi untuk memastikan kelangsungan bisnis, dan tetap bersumbangsih terhadap pembangunan nasional.

PT Merdeka Copper Gold Tbk. Melihat kenaikan harga komoditas emas dan tembaga selama tahun 2020 menjadi momentum penguatan fundamental bisnis perseroan. Pada 2021 MDKA menargetkan total produksi emas sebanyak 100.000 – 120.000 ton dan tembaga sebanyak 14.000 – 17.000 ton serta tetap fokus pada pengembangan proyek Tujuh Bukit Copper yang mengalami kemajuan positif di 2020. Selain itu, MDKA juga telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Eternal Tsingshan Group Limited (Tsingshan) untuk mengembangkan proyek pengolahan bijih tembaga dari tambang Wetar. Kerja sama ini diharapkan mencapai produksi komersial dalam dua tahun dan menjadi aset multikomoditas jangka panjang bagi MDKA. 

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. Walaupun industri otomotif mengalami tekanan akibat pandemi, MPMX sudah berhasil meraih laba yang positif di sembilan bulan pertama tahun 2020 mengingat adanya perbaikan penjualan sepeda motor dalam beberapa bulan terakhir.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. mencatatkan pertumbuhan yang kuat dibandingkan dengan tahun 2019. Bisnisnya dapat bertahan menghadapi tekanan pandemi COVID-19 karena adanya kontrak sewa jangka panjang yang berlaku rata-rata 10 tahun dengan operator telekomunikasi.  TBIG juga memperoleh sejumlah kontrak baru selama 2020. TBIG telah melampaui target tahun 2020 dengan penambahan sebanyak 3.319 penyewaan baru untuk sembilan bulan pertama 2020. Ke depannya, TBIG diproyeksikan memiliki pertumbuhan yang pesat karena teknologi digital yang mendorong transformasi pada industri dan masyarakat.

PT Famon Awal Bros Sedaya, terus memperkuat keunggulannya dengan memberikan layanan rumah sakit yang mengutamakan center of excellence, upgrade peralatan, dan meningkatkan teknologi yang didukung penuh oleh Saratoga baik dari sisi operasi maupun ekspansi bisnisnya. Pada 2020, FABS berhasil mendapatkan pinjaman tambahan untuk mendukung rencana ekspansi bisnis termasuk dengan peresmian empat rumah sakit baru pada 2021. Peluncuran rumah sakit baru menunjukkan komitmen FABS dalam mengembangkan sistem kesehatan yang lebih baik di Indonesia.

Pada April 2020, perubahan nama rumah sakit Awal Bros menjadi Primaya Hospital dilakukan sebagai bukti dari komitmen RS Awal Bros Group dalam memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada semua lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Primaya Hospital adalah transformasi dan wujud baru dari RS Awal Bros sebagai rumah sakit swasta dengan akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) di Indonesia yang telah menyediakan layanan kesehatan berstandar internasional.

Primaya Hospital juga terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 dengan menyediakan ruangan khusus untuk pasien COVID-19 dan menyediakan layanan rapid test drive-thru.

PT Deltomed Laboratories, salah satu pemain terbesar di industri produk herbal, telah berhasil mendongkrak penjualan Antangin pada 2020. Kenaikan penjualan ini didorong oleh peningkatan kesadaran konsumen akan kesehatan, didukung oleh operasional dan distribusi yang kuat dari perusahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan daya tahan tubuh, Deltomed Laboratories meluncurkan obat herbal terbaru yakni Imugard yang mengandung ekstrak Phyllanthus urinaria, daun kelor, dan kunyit. Produk ini berkhasiat dalam menjaga daya tahan tubuh dan telah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM).

***Selesai***

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. 

Didirikan pada tahun 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Saratoga berfokus pada peluang investasi di tahap awal dan pertumbuhan, serta dalam kondisi khusus dengan fokus pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia seperti konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif terdepan dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Atau hubungi:

Contact:

General:                                                                                                Financials:

Corporate Secretary                                                                              Investor Relations

corporate.secretary@saratoga-investama.com           investor.relations@saratoga-investama.com

RUPST Saratoga 2020 Umumkan Hasil Positif Melalui Pembagian Dividen Sebagai Bentuk Komitmen Kepada Pemegang Saham

Jakarta, 17 Juni 2020 – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) mengumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, pembagian dividen sebanyak-banyaknya Rp 149,2 milyar atau Rp 55 per saham.

Presiden Direktur Saratoga Michael W.P. Soeryadjaya menyatakan bahwa Saratoga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2019 dan keputusan perusahaan untuk membagikan dividen adalah bagian dari komitmen jangka panjang Saratoga kepada pemegang saham.

“Fokus kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan investasi melalui strategi investasi yang disiplin dan terukur. Dalam situasi yang dinamis dewasa ini, Saratoga akan selalu waspada dan tetap berusaha mengoptimalkan setiap peluang bisnis, sesuai dengan kebijakan investasi perusahaan,” kata Michael setelah RUPST di Jakarta, Rabu (17/06).

Pada akhir tahun 2019, Nett Asset Value Saratoga mencapai Rp 22,85 triliun, meningkat 44,9 persen daripada tahun 2018 sebesar Rp 15,77 triliun. Kenaikan nilai investasi dalam saham dan efek ekuitas tersebut terutama didorong oleh kenaikan harga saham mark to market dari PT Adaro Energy Tbk (kode saham: ADRO), PT Tower Bersama Infrastrukture Tbk (kode saham: TBIG) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (kode saham: MDKA). Berkat pengguatan fundamental perusahaan investasi, di tahun 2019 keuntungan bersih Saratoga dari investasi dan efek ekuitas lainnya mencapai Rp 6,22 triliun. Sementara penghasilan bunga dan investasi sebesar Rp 2,01 triliun.

Direktur Keuangan Saratoga, Lany D. Wong menjelaskan pada tahun 2019 Saratoga membukukan rekor pendapatan dividen tertinggi sebesar Rp 1,99 triliun. Pendapatan dividen tersebut meningkat 121,5 persen daripada perolehan tahun 2018 sebesar Rp 900 miliar dimana kontribusi berasal dari PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (kode saham: MPMX), PT Adaro Energy Tbk (kode saham: ADRO), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk dan perusahaan investasi lainnya.

“Sebagai perusahaan investasi aktif Saratoga akan terus mengoptimalkan peluang investasi pada tiga sektor yaitu sumber daya alam, infrastruktur dan konsumen. Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai setiap perusahaan investasi, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia di berbagai daerah,” jelas Lany.

***Selesai***

About PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk.

Founded in 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, ticker code: SRTG) is a leading active investment company in Indonesia. Saratoga plays an active role in managing investee companies and exploring investment opportunities in Indonesia.

Saratoga focuses on investment opportunities in the early stages and growth, and in special conditions with a focus on sectors that support economic growth in Indonesia such as consumers, infrastructure, and natural resources.

Saratoga’s vision is to continue to be a leading active investment company and become the partner of choice for local and foreign investors looking to participate in the dynamics of Indonesia’s economic growth.

For further information please visit: www.saratoga-investama.com.

Or contact:

General:
Corporate Secretary
corporate.secretary@saratoga-investama.com

Financials:
Investor Relations
investor.relations@saratoga-investama.com

Saratoga Bukukan Kinerja yang Kuat di 2019, Didorong oleh Kinerja Portofolio Investasi yang Beragam

Jakarta, 16 Maret 2020 – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga, kode saham:
SRTG) membukukan laba bersih Rp7,3 trilun sepanjang 2019. Kenaikan laba bersih yang
signifikan tersebut didorong oleh peningkatan nilai investasi dan pendapatan dividen
perusahaan investasi Saratoga. Pada periode ini Net Asset Value Saratoga mencapai Rp
22,85 triliun, meningkat 44,9 persen, dari Rp15,77 triliun pada 2018.

Pada tahun 2019, investasi dalam saham dan efek ekuitas mencatat keuntungan bersih
sebesar Rp 6,2 triliun. Hal ini terutama didorong oleh kenaikan harga saham mark-to-market
dari PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk. (kode saham: TBIG), PT Adaro Energy Tbk. (kode
saham: ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (kode saham: MDKA).

Saratoga juga berhasil membukukan pendapatan dividen sebesar Rp 1,99 triliun, meningkat
121,5 persen dari perolehan 2018 yakni Rp 900 miliar. Pendapatan dividen tersebut
merupakan yang tertinggi sejak Saratoga menjadi perusahaan publik. Pendapatan dividen
berasal dari kontribusi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT Adaro Energy Tbk dan PT
Mitra Pinasthika Mustika Tbk (kode saham: MPMX).

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya menjelaskan, “Kami bersyukur atas
pencapaian di tahun 2019. Kinerja yang kuat dari perusahaan investasi didukung oleh
fundamental bisnis yang solid. Sebagai pemegang saham berbagai perusahaan investasi,
tugas kami untuk terus terlibat dan mendukung perusahaan mencapai potensi yang maksimal.
Juga sebagai perusahaan investasi aktif, Saratoga yakin terhadap potensi jangka panjang
dari tiga sektor utama yakni sumber daya alam, infrastruktur, dan konsumen. Perusahaan
akan terus berinvestasi secara aktif di tiga pilar tersebut seperti yang sudah dilakukan selama
ini.”

Terkait prospek bisnis 2020, Michael mengatakan “Di tengah berbagai tantangan global dan
domestik, Saratoga akan tetap menjalankan strategi investasi aktif secara disiplin, terukur,
dan prudent. Kami percaya dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki Saratoga, nilai
investasi perusahaan akan terus berkembang secara optimal,” katanya.

Sorotan Kinerja Perusahaan Investasi

PT Merdeka Copper Gold Tbk (kode saham: MDKA) mengalami pertumbuhan pesat
sebagai perusahaan pertambangan tembaga dan emas pada 2019. Produksi emas tumbuh
33,2 persen dari 167.506 ons pada 2018 menjadi 223.045 ons pada 2019. Proyek eksplorasi
porfiri di Tujuh Bukit, yang merupakan aset andalan MDKA, terus membuat kemajuan besar
seiring dengan adanya Pra Studi Kelayakan dengan hasil kuat dari pengeboran bawah tanah.

PT Mulia Bosco Logistik (MBL) telah memperluas kapasitasnya baik pada armada truk dan
penyimpanan. Pada tahun 2019 MBL membangun satu gudang tambahan di Makassar,
Sulawesi Selatan dan menambahkan lebih banyak truk ke armadanya. Saratoga secara aktif
telah bekerja dengan manajemen dalam pengembangan keuangan dan bisnis, serta
peningkatan operasional dan manajemen risiko.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (kode saham: MPMX) mengalami pertumbuhan yang
sangat positif dan memiliki kontribusi terbesar dalam pendapatan dividen Saratoga sepanjang
2019. Pada kuartal pertama 2019, Saratoga menambah modal untuk MPMX dengan
meluncurkan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer). Hasilnya, Saratoga menjadi
pemegang saham mayoritas.

PT Famon Awal Bros Sedaya (FABS), rumah sakit swasta dengan akreditasi internasional,
Joint Commission International (JCI) di Indonesia, telah menyediakan layanan kesehatan
berstandar internasional. Pada tahun 2019, FABS meluncurkan rumah sakit baru di Bekasi
Utara dan mulai mengoperasikan rumah sakit lain di Sorowako, Sulawesi Selatan.
FABS terus memperkuat keunggulannya dengan memberikan center of excellence dengan
lebih memberikan banyak perawatan, upgrade peralatan, dan meningkatkan teknologi, yang
didukung penuh oleh Saratoga di belakang operasi dan ekspansi bisnisnya.

Bulan ini FABS akan meluncurkan rumah sakit baru di Karawang, Jawa Barat. Rumah sakit
ini akan menjadi rumah sakit kesembilan di bawah naungan FABS.

PT Deltomed Laboratories, salah satu pemain terbesar di industri ini, telah meningkatkan
kapasitas produksi untuk menggandakan kapasitas pengemasan dan penyimpanannya serta
memperluas jangkauan produknya seperti varian yang lebih luas dari OB Herbal, Tejahe, dan
Kojima. Deltomed juga merilis Kuldon Granul, suplemen yang membantu mengurangi panas
tubuh dan Herbamojo, produk khusus pria dengan tujuh ekstrak herbal yang dapat
meningkatkan stamina, energi, kekebalan, serta sirkulasi darah.

About PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk.

Founded in 1998, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, ticker code: SRTG) is the leading active investment company in Indonesia. Saratoga plays an active role in managing its investee companies and exploring investment opportunities in Indonesia.

Saratoga focuses on investment opportunities in the early and growth stages, as well as in special conditions with a focus on sectors that support economic growth in Indonesia such as consumer, infrastructure and natural resources.

Saratoga’s vision is to continue to be the leading active investment company and become a partner of choice for local and foreign investors seeking to participate in the dynamics of Indonesia’s economic growth.

For more information, please visit: www.saratoga-investama.com.

Or contact:

General:
Corporate Secretary
corporate.secretary@saratoga-investama.com
Financials:
Investor Relations
investor.relations@saratoga-investama.com