Saratoga Mencatat Pertumbuhan NAV Positif di Kuartal I-2022

Jakarta, 26 April 2022 – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (kode saham “SRTG”) berhasil mencatat Net Asset Value (NAV) sebesar Rp 60,9 triliun pada kuartal I tahun 2022. NAV Perseroan tersebut tumbuh 89 persen dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 32,2 triliun dan lebih tinggi daripada NAV Saratoga di akhir tahun 2021 sebesar Rp 56,3 triliun. Saratoga juga mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp 3,6 triliun, yang mencerminkan kenaikan 208 persen secara year on year (yoy), dimana sebagian besar adalah kenaikan nilai portofolio yang belum direalisasikan.

Presiden Direktur Saratoga Michael William P Soeryadjaja menjelaskan nilai pasar sejumlah portofolio investasi Perseroan terus melanjutkan penguatan seperti yang terjadi sejak semester II tahun 2021. Kenaikan harga saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menjadi katalis utama kenaikan NAV Perseroan di kuartal I tahun 2022 ini.

“Pada kuartal I-2022 Saratoga memperoleh pendapatan dividen sebesar Rp 141 miliar dari PT Provident Agro Tbk. (PALM) dan Deltomed. Kinerja positif Perseroan di awal tahun ini menunjukkan bahwa strategi investasi Saratoga di sektor-sektor kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat optimal,” jelas Michael melalui keterangan resmi di Jakarta, (26/04).

Michael mengungkapkan, memasuki tahun 2022 kondisi perekonomian masih menghadapi beragam tantangan. Pandemi COVID-19 yang belum sepenuhnya tuntas dan gejolak harga energi telah mendorong naiknya inflasi di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Sebagai perusahaan investasi aktif Saratoga terus mencermati situasi yang terjadi, mengingat tren kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan inflasi di dalam negeri juga terus meningkat.

“Salah satu prioritas utama Saratoga saat ini adalah memastikan bahwa setiap sumber daya Perseroan dialokasikan secara efisien dan efektif untuk mendukung strategi bisnis kami. Saratoga berusaha menjaga rasio biaya dan utang pada tingkat yang sehat, dimana kami mencatatkan biaya operasional tahunan terhadap NAV sebesar 0,3 persen dan nilai pinjaman bersih sebesar 4,7 persen dari NAV,” ungkapnya.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menambahkan, dalam situasi yang penuh dinamika saat ini Perseroan akan tetap melanjutkan rencana investasinya di sejumlah sektor strategis. Diantaranya adalah industri teknologi digital, pelayanan kesehatan, energi terbarukan, dan konsumer yang terus mendapatkan momentum pertumbuhannya sejak pandemi terjadi lebih dari dua tahun lalu.

Menurut Devin, setiap tahun Saratoga mengalokasikan dana sekitar USD 100 juta – 150 juta baik untuk investasi di perusahaan baru atau pada portofolio yang sudah ada. Tahun ini sektor teknologi digital, pelayanan kesehatan, energi terbarukan, dan konsumer menjadi perhatian Perseroan mengingat potensi pertumbuhannya masih sangat tinggi dalam jangka panjang.

“Tentunya setiap investasi akan dilakukan secara terukur, disiplin dan pada sektor-sektor yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan neraca keuangan yang sehat, kami optimis dapat memaksimalkan setiap peluang investasi yang mampu memberikan peningkatan nilai perusahaan yang optimal dalam jangka panjang,” tambah Devin.

***SELESAI***

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.

Didirikan pada tahun 1997, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan berinvestasi di perusahaan yang inovatif serta memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi di Asia Tenggara. Perusahaan memiliki rekam jejak yang kuat dalam mengidentifikasi, mengembangkan serta menciptakan nilai dari perusahaan-perusahaan dimana kami berinvestasi.

Strategi investasi Saratoga terus disempurnakan seiring dengan perubahan jaman, berkembang dari fokus awal
kami pada sektor-sektor sumberdaya alam, infrastruktur dan produk konsumer hingga keikutsertaan kami di
berbagai sektor pertumbuhan baru, termasuk di bidang teknologi digital yang kini berkembang pesat dan semakin
menjadi unsur penting dalam pertumbuhan perekonomian nasional yang berkelanjutan.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif kelas dunia dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Atau hubungi:
General:Financials:
Corporate SecretaryInvestor Relations
corporate.secretary@saratoga-investama.cominvestor.relations@saratoga-investama.com

Portofolio Investasi Tumbuh Positif, NAV Saratoga di Kuartal III 2021 Rp 45,8 Triliun

Jakarta, 29 Oktober 2021 — PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (kode saham: SRTG) berhasil mencatatkan Net Asset Value (NAV) senilai Rp 45,8 triliun pada akhir kuartal III-2021. Nilai NAV tersebut tumbuh 44,45 persen dibandingkan akhir tahun 2020 sebesar Rp 31,7 triliun. Sampai dengan September 2021 ini, Saratoga juga membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 14,1 trilliun. Pencapaian tersebut meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan performa sembilan bulan pertama di 2020 yang sebesar Rp 1,2 triliun.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya mengatakan pemulihan ekonomi yang menunjukkan tren positif di tahun 2021 ini telah mendorong kinerja perusahaan portofolio investasi perseroan semakin solid. Hal tersebut konsisten dengan kondisi penyebaran virus COVID-19 yang berangsur membaik.

“Fundamental bisnis portofolio investasi Saratoga yang terus tumbuh positif menjadi kunci penguatan performa perusahaan dibandingkan periode yang sama di tahun 2020. Kami optimis pemulihan ekonomi yang terus berlangsung dan pencapaian program vaksinasi COVID-19 yang sangat positif akan menjadi momentum bagi penguatan bisnis portofolio investasi Saratoga ke depan,” kata Michael dalam keterangan resminya di Jakarta (29/10).

Pertumbuhan NAV Saratoga di tahun ini terutama berasal dari kenaikan harga saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (kode saham: TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (kode saham: MDKA) bersama PT Adaro Energy Tbk. (kode saham: ADRO) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (kode saham: MPMX).

Penguatan bisnis portofolio investasi Saratoga juga berdampak terhadap perolehan dividen di tahun ini. Sampai dengan akhir kuartal III-2021, perseroan berhasil mencatat kenaikan dividen sebanyak 35,01 persen menjadi senilai Rp 871 miliar, dengan dividen terbesar berasal dari ADRO, TBIG dan MPMX.

Michael menambahkan, untuk mengoptimalkan peluang bisnis, Saratoga telah melakukan investasi di sektor-sektor baru, khususnya teknologi. Beberapa investasi tersebut adalah SIRCLO perusahaan solusi e-commerce terdepan di Indonesia dan Fuse platform insurtech (teknologi kanal distribusi asuransi) yang mampu menjangkau pasar secara meluas di Indonesia.

“Portofolio investasi di sektor teknologi ini merupakan langkah strategis Saratoga untuk mengoptimalkan peluang di industri yang kami proyeksikan akan terus menguat di masa depan. Kami akan terlibat secara aktif dalam proses pengembangan dan strategi bisnis perusahaan investasi baru tersebut,” jelas Michael.

Mendukung Pengembangan Bisnis Perusahaan Investasi

Direktur Investasi Saratoga, Devin Wirawan menambahkan di tengah tantangan bisnis yang sangat dinamis saat ini, Saratoga tetap disiplin dan konsisten menjaga efisiensi operasional. Diantaranya dengan menjaga rasio utang atau Loan to Value di level 6,3 persen dan biaya operasional 0,4 persen terhadap NAV.

“Komitmen kami adalah memastikan Saratoga mampu mengeksekusi setiap strategi investasinya secara efisien. Saratoga secara konsisten terus mendorong perusahaan-perusahaan investasi untuk mengoptimalkan setiap peluang bisnis, sehingga dapat berperan  aktif dalam pemulihan ekonomi Indonesia,” tambah Devin.

Saat ini sejumlah perusahaan investasi Saratoga terus melakukan percepatan bisnis dengan menjalankan ekspansi bisnis. Primaya Hospital di bawah PT Famon Awal Bros Sedaya telah membuka lima rumah sakit baru sejak awal tahun. Saat ini Primaya Hospital telah mengoperasikan sebanyak 14 unit rumah sakit.

MDKA terus menunjukkan progres positif dalam pengeboran lanjutan di Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit. Pengeboran tambang tembaga itu dilakukan di sisi Selatan dan Barat dalam zona atas tingkat tinggi (Upper High Grade Zone).

Di bisnis otomotif, MPMX pada bulan September telah meluncurkan OtoDeals atau www.otodeals.com, platform penjualan mobil bekas yang inovatif. Platform itu dirancang untuk membantu pembeli dalam menemukan unit mobil bekas yang tepat, berkualitas tinggi, dan bergaransi sesuai kebutuhan masing-masing.

Untuk mengoptimalkan peluang di sektor gas industri, Saratoga meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dari 7,84% menjadi 8,84%. Tahun ini AGII melakukan serangkaian langkah strategis. Diantaranya, perseroan menuntaskan akuisisi 2 unit bisnis dari PT Samator senilai Rp 600 miliar. AGII juga akan memasok gas industri bagi smelter milik PT Timah Tbk. di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 12 tahun.

“Inisiatif dan strategi yang dilakukan perusahaan investasi akan menjadi kunci dalam mengoptimalkan setiap peluang bisnis dalam pemulihan ekonomi saat ini. Saratoga akan mendukung penuh setiap upaya perusahaan investasi untuk meningkatkan value perusahaan dan menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang,” ujar Devin.

INVESTASI BARU

SIRCLO

Sirclo merupakan perusahaan solusi e-commerce terkemuka di Indonesia yang membantu penjualan bisnis secara online. Sirclo menawarkan solusi yang terbagi menjadi 2 (dua) keategori utama; solusi wirausaha dan perusahaan. Perusahaan ini telah melayani lebih dari 100.000 merek untuk mengembangkan bisnis online mereka.

Fuse

Fuse merupakan platform insuretech yang menghubungkan berbagai produk asuransi dari banyak perusahaan asuransi dengan berbagai saran distribusi, saluran, atau mitra. Fuse menerapkan teknologi mutakhir terbaru untuk membuat asuransi mudah diakses, tersedia secara instan, dan terjangkau bagi semua orang.

KINERJA PERUSAHAAN INVESTASI

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG)

Pada semester I-2021, TBIG berhasil meningkatkan pengoperasian site telekomunikasi menjadi 19.709 lokasi dengan 37.232 penyewa dari 16.625 lokasi dengan 31.850 penyewa di akhir tahun 2020. Di bulan Agustus 2021 ini, TBIG juga menerbitkan obligasi senilai Rp 1,2 triliun dengan tenor jatuh tempo pada Agustus 2022 dan tingkat bunga 4,25 persen. Sementara di bulan September, TBIG juga menerima persetujuan RUPSLB untuk menerbitkan obligasi berdenominasi mata uang asing dengan total nilai emisi hingga USD 900 juta dalam waktu 12 bulan sejak RUPSLB disetujui.

PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA)

Pada Agustus 2021 ini, MDKA melaporkan hasil dari pengeboran lanjutan Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit. Pengeboran lanjutan itu berfokus pada pengujian pada sisi Selatan dan Barat Zona Tingkat Tinggi Atas (Upper High Grade Zone).

PT Adaro Energy Tbk. (ADRO)

Harga batubara Newcastle terus mengalami penguatan dari USD 87 per ton di kuartal I-2021 menjadi USD 114 per ton pada kuartal II-2021. Bahkan baru-baru ini harga batubara menembus level tertinggi di atas USD 200 per ton karena terbatasnya pasokan. Adapun target produksi batubara ADRO sampai akhir tahun 2021 ini mencapai 52 juta ton – 54 juta ton.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX)

Pada September 2021 ini, MPMX meluncurkan platform penjualan mobil bekas yang inovatif yakni OtoDeals (www.otodeals.com). Platform ini dirancang untuk membantu pembeli dalam menemukan mobil bekas yang tepat, berkualitas tinggi dan bergaransi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

OtoDeals, dapat memberikan pengalaman transaksi online yang mulus saat membeli mobil bekas, mulai dari menampilkan fitur pencarian cepat dengan membandingkan 4 unit mobil bekas sekaligus untuk melihat spesifikasi dan kondisi mobil secara detail. Selain itu, terdapat juga fitur test-drive yang memungkinkan penggunanya dapat pesan di mana saja kapan saja. Selain itu terdapat layanan “free home delivery” – di mana unit mobil bekas dikirim langsung ke rumah konsumen.

Tren penjualan sepeda motor nasional juga masih berlanjut positif di tengah pengetatan kegiatan sosial, dimana penjualan mencapai 1.3 juta unit di kuartal III-2021 dibandingkan 1.2 juta di kuartal II-2021. MPMX memproyeksikan pendapatan di tahun 2021 tumbuh 20 persen – 25 persen. Sehingga, diproyeksikan Net Profit After Tax (NPAT) pada tahun 2021 ini dapat mencapai lebih dari Rp 300 miliar.

MGM Bosco Logistics

Pembangunan fasilitas gudang pendingin atau cold storage Mulia Bosco Utama Bekasi tahap kedua selesai lebih cepat dari jadwal yang ditentukan pada September 2021, dan saat ini sudah mulai menerima pelanggan. Adapun fase dua pembangunan cold storage ini akan menambahkan sekitar 30 persen kapasitas penyimpanan fasilitas yang ada.

Untuk kinerja, MGM Bosco Logistic mencatat kinerja yang positif ditingkat pendapatan dan EBITDA untuk periode hingga September 2021.

PT Deltomed Laboratories

Deltomed meluncurkan Permen Kojima yang terbuat dari ramuan herbal (madu, habbatussauda, dan kurma) dan berkhasiat untuk menjaga daya tahan serta kebugaran tubuh. Deltomed juga berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit untuk performa hingga September 2021.

PT Aneka Gas Industri Tbk. (AGII)

Pada Maret 2021, AGII sudah menyelesaikan akuisisi 2 unit bisnis dari PT Samator, sehingga menambah aset senilai Rp 600 miliar. Pada Mei 2021, AGII menandatangani kontrak 12 tahun dengan PT Timah Tbk. (TINS) untuk membangun pabrik untuk memasok gas industri bagi smelter pemurnian timah di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (smelter ditargetkan akan sepenuhnya beroperasi pada tahun 2022). Hingga September 2021, Saratoga juga telah menambah investasinya di AGII sehingga kepemilikan saham bertambah menjadi 8.84% dari sebelumnya 7.84%.

PT Famon Awal Bros Sedaya (Primaya Hospital)

Telah meluncurkan dua rumah sakit baru pada kuartal III-2021, yaitu Primaya Hospital Semarang – Jawa Tengah dan Primaya Hospital PGI Cikini – Jakarta. Sehingga total aset operasional menjadi 14 rumah sakit hingga akhir September 2021. Selain itu, Primaya juga membuka Primaya Sport Clinic and Orthopaedic Center di Primaya Hospital Bekasi Timur, yang melayani kebutuhan akan prosedur lutut, bahu, sendi, dan tulang serta perawatan pemulihan cedera bagi para atlet dan penggemar olahraga.

*Selesai*

Tentang PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. 

Didirikan pada tahun 1997, PT Saratoga Investama Sedaya, Tbk. (Saratoga, kode saham: SRTG) adalah perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia. Saratoga berperan aktif dalam mengelola perusahaan investee dan mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia.

Saratoga berfokus pada peluang investasi di tahap awal dan pertumbuhan, serta dalam kondisi khusus dengan fokus pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia seperti konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam.

Visi Saratoga adalah untuk terus menjadi perusahaan investasi aktif terdepan dan menjadi mitra pilihan bagi investor lokal dan asing yang ingin berpartisipasi dalam dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.saratoga-investama.com.

Atau hubungi:

General: Financials:

Corporate Secretary                                                                     Investor Relations

corporate.secretary@saratoga-investama.com                    investor.relations@saratoga-investama.com